Aktivis Global Sumud Flotilla Disiksa Saat Ditahan Israel
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon./Antara-Wisnu Adhi
Harianjogja.com, JAKARTA -- Fadli Zon membela capres nomor urut 2 Prabowo Subianto yang menguasai ratusan ribu lahan di IKalimantan dan Aceh. Menurut Fadli Zon, Prabowo justru menjadi pahlawan. Daripada membiarkan tanah itu dikuasai pihak asing, menurut Fadli Zon, Prabowo mengelolanya.
Prabowo mengelola lahan seluas 220.000 hektare di Kalimantan Timur dan 120.000 hektare di Aceh. Penguasaan yang sangat besar itu diketahui setelah capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyebutkannya dalam debat capres ronde kedua di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Minggu (17/2/2019) malam.
Bagi Fadli Zon, Prabowo menjadi pahlawan karena memiliki lahan-lahan tersebut. Alasannya, setelah krisis moneter 1998, banyak aset negara yang diambil alih oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).
BPPN kemudian melelangnya ke berbagai pihak termasuk Prabowo pada era 2000-an. Tetapi di lain pihak, Fadli menyebut banyak aset yang dilelang itu jatuh ke pihak asing. "Pak Prabowo menurut saya menjadi semacam hero [pahlawan] karena menyelamatkan aset ini," kata Fadli Zon, Senin (18/2/2019).
"Jadi kita bersyukur bahwa itu jatuh ke tangan Pak Prabowo melalui suatu proses lelang. Jadi Pak Prabowo justru menyelamatkan aset bangsa," kata dia.
Prabowo sangat sering menyebutkan kosakata asing dalam tiap pidatonya. Namun, dia tak menjelaskan secera detail pihak asing mana yang dia maksud. Begitu pula Fadli Zon. Dia tak menyebut pihak asing mana yang akan menguasai lahan sehingga Prabowo harus mengambil alih.
Fadli menegaskan lahan-lahan tersebut kini dikelola atas nama perusahaan, bukan pribadi Prabowo. Penguasannya pun berstatus hak guna usaha alias HGU.
Sebelumnya dalam debat capres kedua Minggu malam, Prabowo mengkritik program pembagian seritifikat yang selama ini disebut sebagai salah satu program populer Jokowi. Prabowo khawatir tanah akan habis jika terus dibagi-bagi.
"Kami punya pandangan strategis berbeda. Yang dilakukan Pak Jokowi menarik, dan populer untuk 1-2 generasi. Tapi tanah tidak tambah, dan bangsa Indonesia tambah. Tapi kalau Bapak bangga bagikan 12 juta [sertifikat], pada saatnya kita tidak bisa memberikan tanah yang habis untuk dibagi. Kita strategisnya kembali ke pasal 33 UUD 1945, bumi dan kekayaan dikuasai negara," kata Prabowo.
Namun Jokowi meluncurkan serangan balik ke Prabowo. "Pembagian yang saya sampaikan tadi 2,6 juta hektare intinya agar produktif. Kita tidak akan beri kepada yang gede-gede. Pak Prabowo memang punya lahan luas di Kaltim, sebesar 220.000 hektare, dan di Aceh 120.000 hektare. Pembagian seperti ini tidak dilakukan di masa pemerintahan saya," kata Jokowi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
PDAM Sleman petakan wilayah rawan air saat kemarau 2026. Godean hingga Pakem berpotensi alami tekanan rendah.
9 WNI relawan Gaza dibebaskan dari Israel. Pemerintah pastikan mereka dalam perjalanan pulang ke Indonesia.
Polres Bantul sita 256 botol miras ilegal dari tiga lokasi. Tiga pelaku diamankan dalam operasi dua hari.
Satgas PASTI hentikan CANTVR dan YUDIA. Modus investasi bodong dan kerja paruh waktu, masyarakat diminta waspada.
Kemendag minta UMKM laporkan pungli dan gangguan usaha. Pemerintah janji lindungi pelaku usaha kecil.