Prediksi Rupiah 6 Juli 2026 Menguat ke Level Rp17.910 per Dolar AS
Prediksi rupiah 6 Juli 2026 menguat ke kisaran Rp17.910 per dolar AS. Simak sentimen global dan domestik yang memengaruhi pergerakannya.
Seorang warga melihat kondisi mobil yang menabrak pohon dan patok jalan di Tasikmadu, Karanganyar, Kamis (14/2/2019). (Solopos/Wahyu Prakoso)
Harianjogja.com, KARANGANYAR -- Kecelakaan tunggal terjadi di Jl. Jenderal Gatot Subroto, Nglande Wetan, Ngijo, Tasikmadu, sebelah barat Pasar Nglano, Karanganyar, Kamis (14/2/2019). Seorang ibu dan dua anaknya selamat setelah mobil yang dikemudikan menabrak pohon.
Berdasarkan informasi yang dihimpun JIBI/Solopos.com, mobil MPV warna krem berpelat nomor B 1569 FMK itu menabrak patok beton dan pohon karsen pukul 09.00 WIB.
Kanit Laka Satlantas Karanganyar, Iptu Sutarno, menjelaskan mobil MPV itu awalnya melaju dari arah timur ke barat. Saat berada di depan truk pengangkut sampah, mobil itu oleng dan menabrak pohon kersen dan patok jalan.
Sutarno mengatakan pengemudi mobil itu seorang wanita warga Kebakkramat. Ia mengemudikan mobil bersama dua orang anaknya. “Tidak ada korban luka. Sampai saat ini pengemudi belum ke kantor kami. Mobil tersebut sudah dievakuasi menggunakan truk derek,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Prediksi rupiah 6 Juli 2026 menguat ke kisaran Rp17.910 per dolar AS. Simak sentimen global dan domestik yang memengaruhi pergerakannya.
Residivis berusia 65 tahun ditangkap setelah mencuri belasan sepeda di Sleman dan Bantul. Polisi menyita 14 sepeda serta menangkap penadah.
Rieke Diah Pitaloka mengusulkan tiga langkah memperkuat penerapan Pasal 3 UU Tipikor demi kepastian hukum, keadilan, dan kepercayaan publik.
PN Jakarta Selatan mengabulkan sebagian praperadilan Roy Suryo dan menyatakan penggeledahan, penangkapan, serta penahanannya tidak sah.
Banggar DPR memproyeksikan defisit APBN 2026 melebar menjadi Rp734,3 triliun atau 2,85% dari PDB, lebih tinggi dari target APBN.
Sepekan TPA Banyuroto menolak sampah organik, DLH Kulonprogo masih menemukan warga yang belum memilah sampah dan membuangnya ke depo pasar.