Cristiano Ronaldo Kirim Pesan Duka untuk Lionel Messi
Cristiano Ronaldo menyampaikan dukungan kepada Lionel Messi setelah ayahnya, Jorge Messi, meninggal dunia pada usia 68 tahun.
Ilustrasi kekerasan fisik./JIBI
Harianjogja.com, PADANG--Seorang santri Pondok Pesantren Nurul Ikhlas di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat bernama Robby Alhalim, 18, menjadi korban penganiayaan karena dituduh mencuri. Ia saat ini dalam keadaan koma akibat penganiayaan tersebut.
Robby terbaring dalam kondisi memprihatinkan, dengan terpasang selang untuk membantu pernapasannya di Ruangan Observasi Intensif (ROI) Instalasi Anestesiologi Terapi Intensif RSUP Dr. M Djamil, Padang.
Ayah Robby, Yoserizal mengaku geram setelah mengetahui anak bungsunya itu mengalami tindak kekerasan di pondok pesantren tempatnya menimba ilmu. Apalagi penyebab pengeroyokan itu lantaran anaknya dituduh mencuri. Padahal menurut Yose, Robby adalah anak dengan kepribadian baik dan jujur.
"Anak saya hanya korban tuduhan untuk menutupi santri lainnya. Setahu saya di pondok pesantren itu memakai barang orang sudah biasa, mencuri sudah biasa, memeras sudah biasa, tapi Robby hanya korban untuk menutupi perilaku santri yang ada," kata Yoserizal, Rabu (13/2/2019).
Ia mengaku mendapat kabar anaknya dikeroyok pada Senin (11/2/2019) pagi. Sedangkan peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Minggu malam lalu. Robby sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padang Panjang hingga akhirnya dirujuk ke Kota Padang. "Kalau kata dokter dilihat dari kondisinya anak saya [dianiaya] semuanya dengan benda tumpul, kalau tangan kosong enggak kayak gini. Semua badan kena hanya dari betis ke bawah yang enggak [dipukuli]," katanya.
Robby merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Selain Robby terdapat juga kakak-kakaknya yang juga alumni Ponpes Nurul Ikhlas. Robby kini duduk di kelas 4 di pesantren atau setara dengan kelas 1 Sekolah Menengah Atas (SMA).
Biasanya ia pulang enam bulan sekali. Hal itu sesuai dengan keinginan Robby meski pondok pesantren membolehkannya pulang ke rumah sekali dalam sebulan. Sejauh ini, pihak yayasan pondok pesantren bertanggung jawab atas biaya pengobatan Robby.
"Pagi tadi laporan tim medis kondisi Robby kian menurun. Kata dokter, bapak harus siap menerima keadaan. Dari hasil analisisa dokter juga mengatakan Robby diduga dikeroyok lebih dari belasan orang," ujarnya.
Kapolsek X Koto, AKP Rita Saryanti membenarkan kejadian pengeroyokan itu. "Benar ada kasus pengeroyokan yang dilakukan secara bergantian di Ponpes Nurul Ikhlas. Kami sudah menerima laporan dari pihak keluarga yang langsung membuat laporan polisi kemarin," ucapnya.
Usai mendapat laporan, ia beserta anggotanya mendatangi ponpes untuk mengumpulkan bukti-bukti, keterangan saksi hingga olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, surat visum juga sudah dikirim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Cristiano Ronaldo menyampaikan dukungan kepada Lionel Messi setelah ayahnya, Jorge Messi, meninggal dunia pada usia 68 tahun.
Simak alasan teknis mengapa interval ganti oli mobil Eropa bisa mencapai 24.000 km, mulai dari presisi mesin hingga standar oli low-SAPS.
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.