Menkeu: APBN 2025 Efisien, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen
Menkeu Purbaya menyebut APBN 2025 berjalan efisien dan meraih WTP ke-10, didukung pertumbuhan ekonomi 5,11 persen.
Presiden Joko Widodo menanti kehadiran Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dan Ibu Siti Hasmah dalam kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6/2018). /Antara-Puspa Perwitasari
Harianjogja.com, JAKARTA - Istri Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Ani Yudhoyono dikabarkan terserang penyakit kanker darah. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menerangkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih mencari waktu untuk menjenguk Bu Ani yang tengah dirawat di Singapura.
Istri dari Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tengah menderita penyakit kanker darah dan harus menjalani pengobatan dan perawatan intensif di National University Hospital Singapura, sejak Sabtu 9 Februari 2019.
Moeldoko memastikan, pemerintah akan memberikan perawatan yang maksimal untuk kesembuhan Ani Yudhoyono.
Hal itu sesuai dengan amanat dalam Pasal 7 huruf c Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1978 Tentang Hak Keuangan/Administratif Presiden dan Wakil Presiden serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden RI, menyebutkan bahwa seluruh biaya perawatan kesehatan bekas Presiden dan bekas Wakil Presiden serta keluarganya ditanggung oleh negara.
"Tentu dari sisi keamanan ada sistem yang kita berikan, pasti tanggung jawab negara melekat," terangnya.
Ia juga mendoakan agar Ani Yudhoyono dapat segera diberikan kesembuhan dan diangkat penyakit yang dideritanya. "Pak SBY beserta keluarga untuk tabah menghadapi situasi ini," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Menkeu Purbaya menyebut APBN 2025 berjalan efisien dan meraih WTP ke-10, didukung pertumbuhan ekonomi 5,11 persen.
KPK menyambut positif pembentukan tim penyidik Kejagung untuk menangani kasus Febrie Adriansyah yang kini masih berstatus saksi.
KPPU telah memutus enam perkara persaingan usaha hingga Juni 2026 dengan total denda Rp767 miliar. Enam perkara lainnya masih diproses.
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.
Polres Bantul menangkap dua pelaku pembobolan toko kelontong di Jambidan berbekal rekaman CCTV dan sidik jari. Kerugian korban mencapai Rp12,5 juta.
Dokter UI mengembangkan NAVI-HF berbasis AI untuk mendeteksi penumpukan cairan paru pada pasien gagal jantung dengan akurasi mencapai 86 persen.