Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Tim Basarnas Yogyakarta saat melakukan evakuasi jasad Sunarjo korban hilang di hutan di hutan di Desa Pacekelan, Kabupaten Purworejo, Senin (4/1/2019). /Ist- Dok Basarnas Yogyakarta
Harianjogja.com, PURWOREJO- Sunarjo, kakek yang hilang saat mencari kayu di hutan di Desa Pacekelan, Kabupaten Purworejo ditemukan oleh tim Basarnas Jogja dalam keadaan gantung diri di area kebun miliknya sendiri.
Sebelumnya, Kantor Basarnas Yogyakarta pada pukul 14.45 WIB Sabtu (2/1/2019) menerima laporan bahwa satu orang hilang di hutan di desa Pacekelan Kabupaten Purworejo saat mencari kayu.
Kronologi kejadian pada Sabtu (2/1/2019) Sunarjo berangkat mencari kayu di hutan/ladang pukul 09.00 WIB.
Menurut saksi bernama Hartuti, 60, ia bertemu korban pada pukul 11.00 WIB, dan Sunarjo sempat ditanya akan mencari kayu, setelah itu korban berjalan dan selang waktu 10 menit, korban sudah tidak terlihat oleh saksi.
Korban mencari kayu seorang diri. Keluarga Sunarjo pun terus menunggu dirinya, namun setelah ditunggu hingga malam ia tidak kunjung pulang.
Keluarga korban akhirnya melapor ke kepala desa. Saat itu juga warga langsung melakukan pencarian di lokasi korban terakhir terlihat menurut saksi Hartuti. Warga melakukan Pencarian sampai Minggu (3/1/2019) dini hari tapi korban belum juga ditemukan.
Mendapat laporan tersebut, Aditya Dwi Hartanto Kasubsi Operasi Kantor Basarnas Yogyakarta langsung berkordinasi dengan Kantor Basarnas Semarang mengingat Kabupaten Purworejo masuk wilayah kerja Kantor Basarnas Semarang.
Setelah melaksanakan koordinasi dengan Kantor Basarnas Semarang, Operasi SAR di tangani oleh Kantor BasarnasYogyakarta.
Aditya kemudian mempersiapkan satu tim berjumlah enam orang dari Kantor Basarnas Yogyakarta dan lima orang dari Unit Siaga Congot. Tim diberangkatkan pukul 15.15 WIB dengan menggunakan satu unit truk personel dan perlengkapan jungle rescue dan vertical rescue. Pencarian hari pertama pada Minggu (3/1/2019) tak membuahkan hasil.
Lalu, pencarian satu orang hilang di hutan di Desa Pacekelan Kabupaten Purworejo di lanjutkan oleh Tim SAR Gabungan pada hari ke-2 Senin (4/1/2019).
Pencarian hari ke-2 ini diperluas sejauh dua km dari Posko SAR Gabungan.
Komandan Tim (Dantim) Basarnas Dedi Prasetya mengatakan untuk pencarian hari ke-2 ini Tim SAR Gabungan dibagi menjadi 4 SRU. "Kemudian, pukul 08.40 posko mendapat informasi dari SRU 2 bahwa korban telah ditemukan," kata Dedi melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin (4/1/2019).
Lokasi penemuan korban kurang lebih berjarak satu km dari lokasi terakhir korban terlihat sebelum hilang. Di sekitar korban juga ditemukan obat serangga untuk hama tanaman.
Korban langsung dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dan dibawa ke rumah duka untuk dilakukan otopsi Oleh Tim Kesehatan dari Puskemas dan dari Polsek Purworejo.
Dengan ditemukannya Sunarjo, Operasi SAR ditutup dan unsur-unsur yang dari Basarnas Yogyakarta, Polsek Purworejo, Koramil Purworejo, BPBD Purworejo, PMI Purworejo, SAR MTA, PMB rescue, ACT Yogyakarta, Rapi Purworejo dan warga sekitar dikembalikan ke kesatuannya masing-masing dan operasi SAR dinyatakan ditutup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Janice Tjen hadapi Caijsa Wilda Hennemann di babak pertama WTA 250 Rabat 2026 dengan status unggulan pertama turnamen.
Pemuda 20 tahun ditangkap di Palagan Sleman setelah kedapatan membawa celurit saat dini hari dalam kondisi diduga mabuk.
Pemkot dan DPRD Kota Jogja mengalihkan kunjungan kerja ke kampung wisata untuk mendongkrak UMKM dan promosi pariwisata.
Samsung luncurkan HP refurbished Certified Re-Newed di India, Galaxy S25 Ultra bisa lebih murah hingga selisih jutaan rupiah.
Warga Sitimulyo Bantul datangi rumah lurah usai ucapan dinilai menyinggung dukuh saat kerja bakti pohon jati.