Jokowi: Kalau Ada yang Bilang Indonesia Akan Punah, Ya Punah Saja Sana Sendiri

Alif Nazzala Rizqi & Feni Freycinetia Fitriani
Alif Nazzala Rizqi & Feni Freycinetia Fitriani Minggu, 03 Februari 2019 19:25 WIB
Jokowi: Kalau Ada yang Bilang Indonesia Akan Punah, Ya Punah Saja Sana Sendiri

Joko Widodo/Antara-Sigit Kurniawan

Harianjogja.com, JOGJA—Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mulai bersikap ofensif. Di hadapan pendukungnya di Semarang dan Jakarta, Minggu (3/2/2019), Jokowi menyerang kosakata-kosakata yang selama ini kerap dipakai Prabowo Subianto dan pendukungnya.

Saat menghadiri deklarasi dukungan alumni kampus Jawa Tengah di Kawasan Kota Lama Semarang, Jokowi mengkritik orang-orang yang selama ini memandang miring proyek jalan tol.

Menurut Jokowi, kecepatan menjadi elemen terpenting negara maju. Tol, dengan demikian, akan mendorong kecepatan lalu lintas barang dan orang sehingga ekonomi semakin bergairah.

“Kita bicara persaingan global. Bicara kecepatan,” ujar Jokowi.

Selama ini, proyek tol yang menjadi andala Jokowi kerap dicipir dengan kalimat-kalimat pedas. Para pengritik mengatakan orang tidak akan makan jalan tol sehingga proyek infrastruktur sebenarnya tak penting-penting amat.

“Kalau ada yang kritik dan bilang kita tidak makan jalan tol, ya siapa yang suruh makan jalan tol!” kata Jokowi.

Jokowi kemudian melanjutkan pernyataannya dengan menyerang gagasan mengenai Indonesia yang sutu saat akan punah.

“Ada yang bilang Indonesia akan punah. Ya punah saja sana sendiri. Sekali lagi infrastruktur itu untuk persaingan global,” ucap dia.

Frasa Indonesia punah beberapa kali disampaikan Prabowo.

Dalam Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12/2018), Prabowo menyatakan Indonesia akan punah apabila koalisinya tidak mampu memenangi Pilpres 2019.

“Kalau kita kalah, negara ini bisa punah,” kata Prabowo saat berpidato.

Frasa itu kali pertama dilontarkan Prabowo ketika menghadiri peresmian dan bedah buku Nasionalisme Sosialisme dan Pragmatisme Pemikiran Ekonomi Politik Soemitro Djojohadikusumo pada 18 September 2017 di Universitas Indonesia.

Prabowo mengutip novel Ghost Fleet, a Novel of The Next World War karangan pengamat politik dan kebijakan Amerika Serikat, Peter Warren Singer dan August Cole.

Novel yang pertama kali diterbitkan pada 2015 itu menjadi bacaan pejabat militer Amerika Serikat karena menceritakan proyeksi hubungan internasional di masa depan. Novel tersebut menggambarkan skenario perang China dan Amerika.

“Yang menarik dari sini bagi kita hanya satu, mereka ramalkan tahun 2030, Republik Indonesia sudah tidak ada lagi,” kata Prabowo kala itu.

Serangan Jokowi

Jokowi menganggap prediksi Indonesia punah hanya akan menebar ketakutan dan pesimisme. Menurut dia, berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Indonesia menjadi negara dengan perekonomian keempat terbesar di dunia.

“Katakan benar kalau benar. Katakan salah kalau salah. Sampaikan keberhasilan yang telah kita lakukan. Jangan sampai keberhasilan itu tertutup oleh semburat kebohongan dan wacana dusta,” kata Jokowi di Semarang.

Di Jakarta, saat berbicara dalam Rapat Konsolidasi Nasional Jenggala Center di Hotel JW Luwansa, Jokowi menegaskan tak akan tinggal diam menghadapi serangan dari lawan politik.

“Kenapa menyerang? Saya menyampaikan apa adanya. Masa saya diam terus? Saya suruh sabar terus? Ya, ndak dong.”

Jokowi kemudian berbicara soal propaganda ala Rusia yang dipakai lawan politiknya. Menurut dia, yang digunakan adalah menebar hoaks dan ketakutan di masyarakat.

Ketika salah satu jurnalis bertanya apakah dia akan menghajar lawan politiknya, Jokowi menjawab lugas.

“[Hajar] Sekali-sekali, dong.”

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online