Tiket Kereta Api pada 23 Desember 2022 Jadi Terlaris
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mencatat tiket terlaris pada momen Natal & Tahun Baru 2023 (Nataru) jatuh pada 23 Desember 2022.
Ketua Bawaslu Kota Tangerang Agus Muslim memperlihatkan Tabloid Indonesia Barokah yang diamankan dari sebuah masjid di Kantor Bawaslu Kota Tangerang, Tangerang, Banten, Kamis (24/1/2019)./ANTARA-Muhammad Iqbal
Harianjogja.com, JAKARTA--Politisi dan simpatisan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga santer menyebut Tabloid Indonesia Barokah sebagai produk yang sengaja dibuat untuk mendiskreditkan Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Kini, nama Irfan Wahid atau Gus Ipang Wahid, Wakil Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma\'ruf, menjadi salah satu nama yang disebut-sebut terlibat oleh warganet di media sosial.
Salah satu penyebabnya, yaitu logo Indonesia Barokah sama dengan logo dari video kreatif yang dibuat Ipang seperti "Bohemian Parodi" yang sempat viral di media sosial. Selain itu, website indonesiabarokah.com yang telah diteliti, sebelumnya teregistrasi atas nama Ipang Wahid.
Salah satu yang mencoba mengklarifikasi hal tersebut yaitu politisi partai Gerindra Miftah N Sabri di laman Facebook-nya, Sabtu (26/1/2019).
Walaupun berasal dari kubu yang berbeda, Miftah mengaku merupakan sahabat dari Ipang Wahid dan M Dedy Vansophi, salah satu kreator video profesional untuk TKN Jokowi-Ma\'ruf.
"Mas Ipang dan Dedy temanku. Dia sudah bersumpah Demi Allah bilang tidak untuk tabloid. Tapi tidak jawab tegas soal website," ujarnya menjelaskan unggahannya.
Miftah menyebut, dirinya masih optimis bahwa pembuat tabloid tersebut bukanlah Ipang ataupun Dedy.
Apalagi Ipang dan Dedy telah membalas sendiri status yang diunggah Miftah dengan bersumpah bahwa mereka tidak terlibat pembuatan tabloid tersebut.
"Ane sih percaya, ya. Sohib [sahabat] udah bersumpah Demi Allah masak tidak percaya. Tinggal tabloid ini kan yang harus kita cari siapa biangnya. Sangat mudah lah. Cetak di mana, apalagi pakai pos sampai tagihan miliar-miliaran," ungkapnya.
Kendati demikian, Miftah berharap Ipang sanggup menjelaskan secara jelas dan membuat pernyataan langsung terkait hubungan antara tabloid Indonesia Barokah dan laman website indonesiabarokah.com tersebut.
"Kalau website, mah, jejak Ipang and Romo [Dedy] terlalu tebal. Ga bisa dihapus," ujar Miftah.
"Masalahnya Ipang harus bisa membuktikan, kalau Tabloid bukan [buatan] dia. Karena logo-nya sama," tutupnya.
Di sisi lain, Ipang Wahid yang merupakan putra dari Pengasuh Ponpes Tebu Ireng KH Sholahuddin Wahid atau Gus Sholah ini belum menjawab konfirmasi dari Bisnis.
Tetapi Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma\'ruf Usman Kansong menggarisbawahi bahwa pihaknya tidak memiliki keterlibatan atas pembuatan tabloid bertajuk "Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik?" tersebut.
"Tim Komunikasi Politik sama sekali tidak membuat tabloid tersebut," tegas mantan Pemimpin Redaksi Media Indonesia tersebut kepada Bisnis, Minggu (27/1/2019).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mencatat tiket terlaris pada momen Natal & Tahun Baru 2023 (Nataru) jatuh pada 23 Desember 2022.
Pendaki Gunung Muria di Kudus jatuh ke jurang sedalam 40 meter di jalur Argopiloso dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.
Gereja Katedral Jakarta menggelar empat sesi misa Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya amankan 860 tempat ibadah.