Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Cahaya magma dalam kawah Gunung Agung terpantul pada abu vulkanis terlihat dari Desa Datah, Karangasem, Bali, Jumat (29/6/2018)./ANTARA-Nyoman Budhiana
Harianjogja.com, DENPASAR – Gunung Agung di Pulai Bali kembali mengalami erupsi dengan melontarkan lava pijar sejauh 1 kilometer dari bibir kawah ke arah timur pada Sabtu (19/1/2019) pukul 02.45 WITA.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Rendang Dewa Made Mertayasa mengatakan letusan teramati setinggi 700 meter dengan warna asap kelabu. Kondisi ini masih aman karena lava pijar yang keluar masih berada di radius 4 kilometer (km) dari kawah.
Dalam waktu tersebut, hanya teramati satu letusan dengan amplitudo 23 milimeter dan durasi 128 detik. Sementara itu, teramati dua kali hembusan dengan amplitudo 1,5 sampai 2 milimeter dan durasi sekitar 20-40 detik.
“Sebelumnya, sudah ada gempa vulkanik 1-2 kali, baik dalam maupun dangkal, yang mencirikan pergerakan magma ke atas,” terangnya kepada Bisnis, Sabtu (19/1).
Menurut Made, Gunung Agung sewaktu-waktu mungkin akan kembali meletus sebab aktivitasnya masih tinggi. Terlebih, aktivitas kegempaan yang cukup tinggi pada akhir 2017 telah membuka sistem untuk terjadi letusan.
“Gunung Agung masih status Siaga. Aktivitas gunung masih tinggi, jika ada gempa vulkanik bisa terjadi erupsi,” lanjutnya.
Namun, erupsi yang terjadi pada Sabtu dini hari tersebut dipastikan tidak terlalu berdampak pada masyarakat sebab letusan yang masih di sekitar kawah.
Meski demikian, masyarakat di sekitar Gunung Agung tetap diminta untuk tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area dalam radius 4 km dari kawah.
“Sekarang kondisi gunung sudah kembali tenang dan aman, masyarakat juga mulai beraktivitas seperti biasa,” tutur Made.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.