12 WNI Dibebaskan Lewat Amnesti Myanmar, Ini Penanganannya
Sebanyak 12 WNI menerima amnesti dari Myanmar setelah menjalani hukuman. KBRI Yangon memfasilitasi kepulangan mereka ke Indonesia.
Banjir di Pekanbaru, Riau./Okezone-Banda H Tanjung
Harianjogja.com, PEKANBARU - Banjir di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, memaksa siswa dan guru di daerah tersebut melaksanakan ujian semester di tenda darurat.
Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Jim Gafur di Pekanbaru, Rabu (12/12/2018), mengatakan kondisi tersebut terjadi di Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rohil. Banjir di daerah tersebut menggenangi rumah dan bangunan sekolah sehingga warga sempat mengungsi. BPBD mendirikan satu tenda darurat di lokasi pengungsian.
"Satu buah tenda pengungsian telah dipasang di Kecamatan Rantau Kopar Kabupaten Rohil yang masih banjir, untuk digunakan saat ujian sekolah di lokasi pengungsian," kata Jim Gafur.
Ia mengatakan banjir di Rohil melanda enam kecamatan dengan ketinggian bervariasi sekitar 10 sampai 150 centimeter. Fasilitas umum yang terdampak dari bencana banjir ini antara lain enam sekolah, dua TPU, satu masjid, satu mushala, satu surau, satu pasar, satu tempat pelelangan ikan, satu taman umum, satu rumah Suluk, satu Polindes, dan dua Kantor Desa (Kantor Penghubung dan Kantor Penghulu).
Sementara itu, banjir di Kabupaten Kampar juga membuat siswa SDN 008 Kualu Kecamatan Tambang terpaksa melakukan ujian semester di kelas darurat. Tiga kelas darurat akhirnya menggunakan Masjid Nurul Iman, Mushala Nurul Yakin dan Kantor Desa Kualu. Ada 360 siswa yang ikut ujian meski harus melalui perjuangan tak mudah karena kondisi sedang banjir.
Ujian semester pertama ini berlangsung sejak Senin lalu hingga Sabtu pekan ini.
Ketua Komite SDN 008 Kualu Kecamatan Tambang, Abdul Musa, mengatakan sebanyak 360 siswa sekolah itu sejak Senin (10/12) terpaksa mengikuti ujian semester pertama di kelas darurat karena ketinggian air di sekitar bangunan sekolah mencapai dua meter sedangkan di dalam kelas mencapai 50 centimeter. Air banjir luapan Sungai Kampar mulai menggenangi sekolah sejak hari Jumat pekan lalu.
"Karena ada ujian semester pertama, maka kita sekolah tidak diliburkan. Tapi mereka ujian di kelas-kelas darurat karena kondisi di sekolah tidak memungkinkan," kata Musa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 12 WNI menerima amnesti dari Myanmar setelah menjalani hukuman. KBRI Yangon memfasilitasi kepulangan mereka ke Indonesia.
DPRD DIY menyoroti anggaran logistik bencana BPBD yang hanya Rp53 juta dan mendorong tambahan dana untuk penanganan bencana.
Pameran Harmoni di Tanggul Tirto menampilkan 30–40 foto untuk mengenalkan keragaman destinasi wisata Bantul di luar kawasan pantai.
Otorita IKN memperketat penanganan karhutla. Satu perusahaan disanksi dan satu terduga pelaku pembakaran dilaporkan ke aparat hukum.
Dentuman di Bandung disebut BMKG tak berkaitan dengan erupsi Anak Krakatau. Simak penjelasan soal gempa, skyquake, dan kemungkinan penyebabnya.
Kepengurusan MPI DIY periode baru dikukuhkan. Fadhl Muhammad Firdaus mendorong gerakan sosial dan solusi nyata bagi masyarakat.