Polrestabes Semarang Optimistis Ungkap Misteri Mayat Tanpa Kepala dan Terbakar
Penemuan mayat tanpa kepala dan dalam kondisi hangus terbakar di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Kamis (8/9/2022), hingga kini masih menjadi misteri.
Prabowo Subianto berpidato dalam Silaturahmi Relawan Prabowo Sandi (PAS) dan Deklarasi Aliansi Masyarakat Madani (AMM) di Ballroom The Sunan Hotel Solo, Kamis (22/11/2018) malam. (Solopos-Nicolous Irawan)
Harianjogja.com, SEMARANG — Putri Presiden Pertama RI, Soekarno, Rahmawati Soekarnoputri dipastikan mendukung capres dan cawapres nomor urut 1, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno termasuk rencana akan mulai memindahkan markas pemenangan mereka ke Jawa Tengah (Jateng) pada Januari 2019. Pemindahan markas Prabowo-Sandi di Jateng yang selama ini dikenal sebagai basis PDI Perjuangan atau kandang banteng itu tak lain untuk meraup dukungan sebanyak mungkin dari warga Jateng.
Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Jateng, Sriyanto Saputro, menyebutkan pemindahan markas timnya ke kandang banteng nantinya juga akan didukung oleh putri sang Proklamator, Rahmawati Soekarnoputri. “Jateng itu kan basisnya merah, basisnya Soekarno dan bu Rahmawati adalah putri Soekarno. Beliau akan memberikan pengarahan kepada warga pencinta Soekarno untuk memilih Prabowo-Sandi,” ujar Sriyanto, Senin (10/12/2018).
Bukan hanya Rahmawati, beberapa tokoh nasional yang selama ini mendukung Prabowo-Sandi juga akan lebih intens meraih dukungan di Jateng. Meski demikian, Sriyanto mengaku hingga kini belum tahu di lokasi manakah markas tim pemenangan Prabowo-Sandi itu didirikan. “Bisa juga di Soloraya atau kota lain. Intinya, kami senang Jateng mendapat perhatian khusus. Istilahnya kami menantang di Jateng,” ujar pria yang juga menjabat sebagai anggota Komisi A DPRD Jateng itu.
Sriyanto menyebutkan alasan pemindahan markas pemenangan Prabowo-Sandi dari Jakarta ke Jateng. Selain lokasi Jateng yang strategis, di antara dua provinsi besar, yakni Jawa Barat dan Jawa Timur, perolehan suara di Jateng juga akan menentukan hasil pada Pilpres 2019 nanti.
Pada Pilpres 2014 lalu, Prabowo yang kala itu berpasangan dengan Hatta Rajasa, hanya mampu memberikan kontribusi sekitar 26%. Meski demikian, kondisi itu diyakini tim BPN Prabowo-Sandi akan berubah pada Pilpres kali ini. Keyakinan itu tak lain mengacu pada hasil Pilgub 2018 lalu, di mana Sudirman Said-Ida Fauziyah, yang diusung Partai Gerindra, mampu meraup perolehan suara sekitar 42%, meski pun akhirnya kalah dari pasangan yang diusung PDIP, Ganjar Pranowo-Taj Yasin.
“Hasil Pilgub 2018 itulah yang menjadi acuan kami optimistis bisa meraih dukungan di Jateng sebanyak mungkin. Apalagi saat ini sukarelawan Prabowo-Sandi di Jateng juga tumbuh subur. Kami yakin bisa menguasa Jateng. Apalagi nanti baik Pak Prabowo maupun Mas Sandi juga akan kerap berada di Jateng,” beber politikus Partai Gerindra itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Penemuan mayat tanpa kepala dan dalam kondisi hangus terbakar di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Kamis (8/9/2022), hingga kini masih menjadi misteri.
X resmi membatasi akun gratis dengan kuota posting, balasan, dan DM harian yang jauh lebih ketat dibanding sebelumnya.
Kemendikdasmen menyiapkan perubahan TKA SD dan SMP, termasuk penyederhanaan ujian serta penambahan mapel IPA dan Bahasa Inggris.
Tumpukan sampah memenuhi DAM Winongo di Bantul usai hujan deras di hulu Sleman dan sempat menghambat irigasi sawah warga.
Tur reuni Oasis membuat kekayaan Noel dan Liam Gallagher melonjak hingga Rp7,6 triliun dan masuk daftar musisi terkaya Inggris.
Aturan terbaru PPPK mengubah skema karier ASN kontrak, mulai dari pensiun, kenaikan gaji berkala, hingga peluang jabatan tinggi.