Kredit Mobil Baru dan Bekas Melemah, OJK Soroti Dampak PHK
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Prabowo Subianto-Joko Widodo. Olah foto (nuc)./JIBI-doc
Harianjogja.com, JAKARTA- Survei terbaru mengenai elektabilitas capres dan cawapres peserta Pilpres 2019 masih mengunggulkan pasangan Jokowi-Ma\'ruf Amin. Meski pasnagan Prabowo-Sandiaga naik tipis dari survei sebelumnya.
Hasil survei dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny J.A. menyebutkan elektabilitas Pasangan Calon Presiden/Wakil Presiden RI Joko Widodo/Ma\'ruf Amin masih unggul daripada pasangan Prabowo Subianto/Sandiaga Uno dengan selisih di atas 20%.
"Elektabilitas Jokowi/Ma\'ruf 53,2 persen, sementara Prabowo/Sandi 31,2 persen dengan selisih 22 persen dengan 15,6 persen lainnya tidak menjawab," kata peneliti senior LSI Denny J.A., Rully Akbar, saat merilis hasil survei Pilpres 2019 yang dilakukan pada tanggal 10 s.d. 19 November 2018 di Kantor LSI Denny J.A. di Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (6/12/2018).
Menurut dia, meskipun masih unggul 22 persen, suara Jokowi/Ma ruf Amin mengalami penurunan dari bulan sebelumnya, yaitu 4,5 persen, sementara suara Prabowo/Sandiaga mengalami kenaikan 2,6 persen.
Pada hasil survei sebelumnya, yakni Oktober 2018, elektabilitas Jokowi/Ma\'ruf 57,7 persen, sementara Prabowo/Sandi 28,6 persen. Dengan selisih suara yang masih 22 persen, menurut dia, bisa dikatakan tidak ada perubahan signifikan dari elektabilitas kedua paslon.
Hal itu terjadi, kata dia, lantaran kedua kubu pasangan calon terlalu sibuk memainkan perang isu, sementara kampanye tentang program visi dan misi masih diabaikan.
"Pembicaraan di media sosial dan media konvensional ternyata dikuasai oleh perang isu yang sensasional saja. Namun, terbukti tidak mengubah secara signifikan elektabilitas keduanya" ujarnya. Oleh karena itu, kata Rully, sudah waktunya kedua belah paslon untuk menyampaikan visi dan misi melalui program-program konkret untuk merebut suara paslon lawan maupun swing-voters.
"Kalau sudah masuk ranah program, masyarakat bisa melihat diferensiasi antara kedua paslon, Jokowi diuntungkan karena masih menjabat sebagai presiden sehingga bisa menunjukkan prestasinya," tuturnya. Survei dilakukan pada tanggal 10 s.d. 19 November 2018 dengan melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi dengan metode wawancara langsung. Margin of error survei ini adalah +/- 2.9 persen. Selain survei, LSI Denny J.A. juga melengkapi survei ini dengan riset kualitatif dengan metode FGD, indepth interview, dan analisis media.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Destry Damayanti ditunjuk sebagai Gubernur sementara BI. LHKPN mencatat total harta kekayaannya mencapai lebih dari Rp100,236 miliar.
Bareskrim Polri menangkap AKP Pardiman dan lima anggota Polres Tangsel terkait dugaan narkoba. Polri menegaskan tidak ada impunitas.
Rupiah ditutup melemah ke Rp18.009 per dolar AS setelah Perry Warjiyo mundur. Pasar menyoroti sentimen geopolitik dan risiko fiskal.
Polresta Banyumas memeriksa sedikitnya 10 saksi untuk mengusut ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest yang melukai sekitar 83 penonton.
Galaxy Watch Ultra2, smartwatch yang memadukan fitur pendukung aktivitas luar ruang dengan insight kesehatan berbasis AI melalui Samsung Health.