Asian Games 2026: Indonesia Koleksi 13 Medali, Ini Rinciannya
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Peserta Reuni 212 padati Monas dan sekitarnya./Okezone.com-Heru Haryono
Harianjogja.com, JAKARTA- Kegiatan reuni akbar Alumni 212 dinilai sebagai upaya menggiring publik agar tak memilih Jokowi di Pilpres 2019.
Calon anggota legislatif dari PDI Perjuangan Kapitra Ampera menyebutkan reuni akbar 212 yang belum lama berlangsung di Monumen Nasional telah disusupi kepentingan politik yang erat kaitannya dengan pelaksanaan Pilpres 2019, mendatang.
Sebab, menurutnya, tokoh-tokoh yang terlibat merupakan para pendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut dua Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Bahkan, Kapitra menyebutkan beberapa panitia Reuni 212 juga menjabat sebagai tim pemenangan Prabowo-Sandiaga.
"Setelah keberpihakan tokoh-tokoh Alumni 212 untuk mendukung paslon Nomor urut dua Prabowo-Sandi dalam Ijtima Ulama II beberapa waktu yang lalu, umat Islam digiring untuk memilih sesuai dengan pilihan yang diarahkan. Sehingga, ketika tokoh-tokoh tersebut kemudian menyelenggarakan acara Reuni 212, acara ini tentu tak dapat dilepaskan dari kepentingan politik, apalagi beberapa panitia Reuni 212 juga merupakan tim pemenangan paslon nomor 02 tersebut," kata Kapitra di Jakarta, Selasa (4/12/2018).
Bekas pengacara pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab juga menuturkan tema yang diangkat dari Reuni 212 bukanlah soal keagamaan, melainkan kampanye politik yang dibalut silaturahim.
"Sehingga kekhawatiran tersebut terjadi bahwa Reuni 212 tahun 2018 tersebut bukan lagi soal moral apalagi keagamaan, tapi merupakan gerakan politik yaitu kampanye yang dibungkus jubah silaturrahmi umat," kata dia.
Kapitra juga menyebut Reuni 212 bertujuan untuk menggiring masyarakat agar tidak memilih calon presiden petahana Joko Widodo di Pilpres 2019.
"Perubahan tujuan dari gerakan 212 yang semula untuk penegakan hukum dan pembelaan agama yang kini menjadi gerakan politik, yang meski tak disebut secara gamblang, telah menggiring masyarakat -katakanlah panitia tidak ingin disebut menggiring untuk memilih Prabowo-, untuk menghindari dugaan kampanye, maka lebih tepat disebut penggiringan -untuk tidak memilih Jokowi- pada Pilpres mendatang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21
KAI merespons penetapan tersangka masinis Argo Bromo Anggrek dan menindaklanjuti enam rekomendasi keselamatan dari KNKT.