Sejarah Terboyo Terkuak dari Peta Kuno Semarang Tahun 1695
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto bertemu dengan mantan istrinya, Titiek Soeharto di Mal Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (17/10/2018). /Suara.com-Ria Rizki Nirmala Sari
Harianjogja.com-JAKARTA- Pasangan capres dan cawapres Prabowo-Sandiaga diklaim tak disokong pengusaha untuk biaya Pilpres 2019.
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mengatakan bahwa Capres – Cawapres Prabowo Subianto – Sandiaga Uno tidak memiliki banyak dana untuk menunjang kampanyenya di Pemilihan Presiden 2019. Titiek bahkan mengklaim tidak ada konglomerat yang membantu Capres – Cawapres nomor urut 02 tersebut.
Titiek menjelaskan bahwa kondisi keuangan Prabowo – Sandiaga sangat berbeda jauh dibandingkan Capres – Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi – Maruf Amin. Berbanding terbalik dengan kubu lawan yang dipenuhi sosok konglomerat, Titiek mengaku kubu Prabowo – Sandiaga hanya bisa patungan demi mengumpulkan dana untuk berkampanye.
“Memang kita ini terbatas ya, Kita ini urunan semuanya, nggak ada konglomerat yang menyokong kita gitu, nggak kayak di tim sebelah sana ya,” kata Titiek di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/11/2018).
Padahal Titiek sangat menyadari betapa tingginya antusias masyarakat yang menginginkan perubahan dari kondisi Indonesia di bawah pemerintahan Jokowi kini. Hal itu dibuktikan dengan hadirnya ribuan para relawan pendukung Prabowo – Sandiaga dalam acara pembekalan yang dilangsungkan di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/11/2018).
Di balik banyaknya pendukung Prabowo – Sandiaga, Titiek akui kalangan emak-emak lah yang paling militan. Namun Titiek pastikan jika Prabowo – Sandiaga tidak hanya akan fokus pada kalangan emak-emak, namun tentu akan merangkul seluruh elemen masyarakat, terutama para petani yang dinilainya masih menjalani hidup yang jauh dari kata sejahtera.
“Tentunya kita lihat emak-emak yang paling militan. tapi millenial pun tidak kita tinggalkan, tentu kita rangkul. Kemudian kaum dagang, petani utamanya yang hidupnya masih kurang sejahtera,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Polri menyiapkan 260 personel untuk menangani dampak gempa Flores M7,7, termasuk evakuasi, SAR, kesehatan, dan identifikasi korban.
Gempa M6,2 mengguncang Parigi Moutong dan terasa di Palu. BMKG menyebut gempa tidak berpotensi tsunami. Gempa M6,3 juga mengguncang Simalungun.
Rhoma Irama kembali tampil di Malaysia setelah sekitar 20 tahun absen. Bersama Soneta, ia mengguncang Latihan Pestapora di Kuala Lumpur.
Uni Eropa menawarkan satelit Copernicus untuk membantu pencarian korban gempa NTT M7,7 yang menewaskan 47 orang.
Prabowo paling sering menyebut kata Indonesia dalam pidato kenegaraan 2026, disusul rakyat, tahun, anak, sekolah, hingga BUMN.