Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi ASJepang Efektif?
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
HS, terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat/Facebook
Harianjogja.com, JAKARTA- Terduga pembunuh satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat memposting pernyataan di media sosial sebelum melakukan aksi sadis tersebut.
Polisi berhasil menangkap seorang pria berinisial HS yang diduga membawa mobil Nissan X-Trail dengan nomor polisi B 1075 UOG. Mobil berwarna silver itu awalnya sempat dinyatakan hilang dari rumah korban pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka II, RT 02/RW 07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.
Selain mengamankan pria asal Sumatra Utara tersebut dan mobil X-Trail, polisi juga telah rampung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya, polisi mendapati banyak bercak darah di dalam mobil. Lantas, siapa sebenarnya HS?
Benarkah ia adalah pembunuh "berdarah dingin" yang tega menghabisi nyawa keluarga Diperum Nainggolan dua hari lalu? Hingga kini polisi belum bisa menyimpulkan karena yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan intensif oleh penyidik.
Menurut informasi yang diperoleh, pria tersebut bernama Haris Simamora (HS), asal Sumatra Utara. Mobil Nissan X-Trail warna silver yang diduga ia bawa ditemukan polisi di garasi di sebuah rumah kontrakan di Kampung Rawa Lintah, Desa Mekar Mukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Dari sana, tim gabungan mendeteksi keberadaan HS yang belakangan diketahui berada di Garut, Jawa Barat.
Berdasar penelusuran di media sosial, HS memiliki akun media sosial facebook. Ia sempat mengguggah foto (selfie) dirinya pada Minggu 11 Oktober 2018 lalu. Pada foto tersebut ia mengenakan kaus dan topi berwarna hitam dengan ekspresi dingin.
"Jangan lah confusing orang yang lagi bekerja keras untuk mencapai yang terbaik. Karena tidak menyerah saja sudah pencapaian mereka. Pejuangsude," demikian bunyi postingan HS.
Pada laman akunnya tersebut, HS cukup sering meng-upload foto beserta kegiatan kesehariannya termasuk saat beribadat di sebuah gereja. Tak pelak, unggahan foto-foto HS ini menjadi sasaran kemarahan warganet yang tak kuasa lagi menahan emosi terhadap pemuda itu.
"Hukum mati aja, biar ada efek jera dengan yang lainnya. tembak mati," tulis pemilik akun @Arman Khan.
"Anak-anak dibunuh juga. Orang apa binatang?" timpal @Agus Ragil.
"Hukum sesuai yang telah dilakukannya. Siksa dulu jangan langsung dimatikan. Biar tahu rasa dia sakitnya," cetus @Odiaftyn Aritonang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026