Kemensos Jaring 600 Anak Jalanan Masuk Sekolah Rakyat
Kemensos menjaring ratusan anak jalanan di Jabodetabek untuk mengikuti program Sekolah Rakyat gratis milik pemerintah.
Peserta ujian computer Assisted Test (CAT) calon pegawai negeri sipil (CPNS) mendengarkan arahan petugas sebelum melaksanakan ujian di Graha Soloraya kantor Bakorwil II Gladak, Solo, Kamis (16/10)./Solopos-Ardiansyah Indra Kumala
Harianjogja.com, JAKARTA- Angka kelulusan Calon Pegawai Negeri Sipil alias CPNS 2018 sangat rendah disebabkan tingkat kesulitan soal ujian yang tinggi. Berdasarkan data sementara, angka kelulusan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) hanya di bawah 10%.
Pendapat itu diungkapkan oleh Deputi SDM Aparatur pada Kemenpan-RB Setiawan Wangsaatmadja. Ia mengatakan, soal-soal tes SKD dibuat oleh 18 konsorsium Perguruan Tinggi Negeri di seluruh Indonesia, di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kemenristek Dikti. Dari kalangan tenaga pendidik juga menilai tipe soal seleksi terbilang sulit.
"Iya soalnya sulit. Dalam penjabaran soal melihat renstra pembangunan ASN karena kami ingin mendapatkan yang terbaik," kata Setiawan saat ditemui di Kantor Kemenpan-RB, Jakarta Selatan, Senin (12/11/2018).
Setiawan menjelaskan, soal-soal seleksi pada 2018 memang berbeda dengan tahun sebelumnya. Tingkat kesulitan yang cukup tinggi menjadi penyebab angka kelulusan pada 2018 jauh lebih rendah dibandingkan dengan 2017.
"Tahun lalu, tingkat kelulusan baik antara 20 persen. Formasi yang dibuka pun mayoritas untuk pemerintah pusat," ungkap Setiawan.
Setiawan memastikan, peningkatan tingkat kerumitan soal memang sengaja dibuat bukan untuk menurunkan kualitas. Melainkan bertujuan untuk mencari pelamar dengan kualitas yang terbaik.
"Jadi jangan salah paham, apa yang kami cari ini bukan menurunkan kualitas, tapi cari kualitas terbaik," pungkas Setiawan.
Berdasarkan data yang dihimpun hingga Jumat (9/11/2018), untuk wilayah barat angka pelamar yang lulus SKD hanya 3,81% dan pelamar yang gagal diseluruh tes sebanyak 58%.
Untuk wilayah tengah, angka pelamar lulus SKD hanya 1,33% dan pelamar yang tidak lulus SKD mencapai 72,6%.
Sementara untuk wilayah timur, angka pelamar lulus SKD hanya sebesar 0,17% dan pelamar yang tidak lulus mencapai 90,5%.
Lain halnya dengan kementerian dan lembaga, angka pelamar lulus SKD capai 21,28% dan angka pelamar tidak lulus sebesar 12,9%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kemensos menjaring ratusan anak jalanan di Jabodetabek untuk mengikuti program Sekolah Rakyat gratis milik pemerintah.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.