Jokowi Bakal Dikukuhkan Jadi Ketua Dewan Pembina PSI November 2026
Jokowi disebut bakal dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pembina PSI pada November 2026 bersamaan Rapimnas dan HUT PSI di Surabaya.
Peserta ujian computer Assisted Test (CAT) calon pegawai negeri sipil (CPNS) mendengarkan arahan petugas sebelum melaksanakan ujian di Graha Soloraya kantor Bakorwil II Gladak, Solo, Kamis (16/10)./Solopos-Ardiansyah Indra Kumala
Harianjogja.com, JAKARTA- Angka kelulusan Calon Pegawai Negeri Sipil alias CPNS 2018 sangat rendah disebabkan tingkat kesulitan soal ujian yang tinggi. Berdasarkan data sementara, angka kelulusan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) hanya di bawah 10%.
Pendapat itu diungkapkan oleh Deputi SDM Aparatur pada Kemenpan-RB Setiawan Wangsaatmadja. Ia mengatakan, soal-soal tes SKD dibuat oleh 18 konsorsium Perguruan Tinggi Negeri di seluruh Indonesia, di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kemenristek Dikti. Dari kalangan tenaga pendidik juga menilai tipe soal seleksi terbilang sulit.
"Iya soalnya sulit. Dalam penjabaran soal melihat renstra pembangunan ASN karena kami ingin mendapatkan yang terbaik," kata Setiawan saat ditemui di Kantor Kemenpan-RB, Jakarta Selatan, Senin (12/11/2018).
Setiawan menjelaskan, soal-soal seleksi pada 2018 memang berbeda dengan tahun sebelumnya. Tingkat kesulitan yang cukup tinggi menjadi penyebab angka kelulusan pada 2018 jauh lebih rendah dibandingkan dengan 2017.
"Tahun lalu, tingkat kelulusan baik antara 20 persen. Formasi yang dibuka pun mayoritas untuk pemerintah pusat," ungkap Setiawan.
Setiawan memastikan, peningkatan tingkat kerumitan soal memang sengaja dibuat bukan untuk menurunkan kualitas. Melainkan bertujuan untuk mencari pelamar dengan kualitas yang terbaik.
"Jadi jangan salah paham, apa yang kami cari ini bukan menurunkan kualitas, tapi cari kualitas terbaik," pungkas Setiawan.
Berdasarkan data yang dihimpun hingga Jumat (9/11/2018), untuk wilayah barat angka pelamar yang lulus SKD hanya 3,81% dan pelamar yang gagal diseluruh tes sebanyak 58%.
Untuk wilayah tengah, angka pelamar lulus SKD hanya 1,33% dan pelamar yang tidak lulus SKD mencapai 72,6%.
Sementara untuk wilayah timur, angka pelamar lulus SKD hanya sebesar 0,17% dan pelamar yang tidak lulus mencapai 90,5%.
Lain halnya dengan kementerian dan lembaga, angka pelamar lulus SKD capai 21,28% dan angka pelamar tidak lulus sebesar 12,9%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Jokowi disebut bakal dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pembina PSI pada November 2026 bersamaan Rapimnas dan HUT PSI di Surabaya.
Lomba Ayam Bekisar Piala Jogja Istimewa ke-3 diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai daerah dan mengangkat pelestarian budaya serta satwa.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos semifinal Asian Games 2026 dan membidik emas setelah menang atas pasangan Korea Selatan.
Kementerian PU mempercepat pembangunan dan rehabilitasi irigasi untuk menghadapi ancaman El Nino terhadap target swasembada pangan.
OJK mewajibkan laporan insidental PMDK melalui Sistem Pelaporan OJK mulai 1 Oktober 2026 untuk memperkuat pengawasan berbasis teknologi.
PSS Sleman memanfaatkan jeda internasional dengan mengasah tendangan bebas untuk memaksimalkan peluang dari situasi bola mati.