Kapal Migran Dikabarkan Terbalik di Lepas Pantai Suriah, 61 Orang Tewas
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Sejumlah warga Boyolali yang tergabung dalam Forum Boyolali Bermartabat melakukan aksi damai Save Tampang Boyolali di Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (4/11/2018). /Antara-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, JAKARTA — Kasus penyebutan "tampang Boyolali" oleh calon presiden nomor urut 2, Prabowo berbuntut panjang. Tim Pemenangan Capres Prabowo-Sandi akan melaporkan Bupati Boyolali, Seno Samudro ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) karena dinilai telah melecehkan Prabowo Subianto dalam sebuah orasinya dengan menggunakan kata “asu” yang dalam bahasa Jawa memiliki makna anjing.
“Ada tim advokasi kita yang akan melaporkan Bupati Boyolali dan mereka yang menyebarkan itu, sehingga timbul kesalahpahaman. Ini merugikan pasangan [Prabowo-Sandi],” ujar Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Yandri Susanto usai acara diskusi di Gedung DPR, Senin (5/11/2018).
Pernyataan Seno yang merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu beredar di Youtube dan langsung viral di media sosial. Yandri mengatakan bahwa pidato Prabowo sengaja tidak ditayangkan secara lengkap sehingga terjadi kesalahpahaman publik.
Menurut Yandri, Prabowo datang ke Boyolali untuk membangkitkan semangat rakyat kabupaten itu untuk membangun ekonomi. Yandri mempertanyakan sikap bupati itu karena bersifat tendensius dan politis.
“Kita sepakat tidak akan memilih calon presiden yang nyinyir terhadap Boyolali. Setuju?” kata Seno.
Dia juga mengajak rakyat Boyolali tidak memilih Prabowo Subianto di Pilpres 2019 akibat pernyataan yang merendahkan warga Boyolali.
“Tadi di spanduk disampaikan Prabowo harus minta maaf, tetapi kita sepakat, tidak ada maaf bagimu. Yang jelas kita tidak akan memilih Prabowo. Itu saja,” ujar Seno.
Seperti diketahui, potongan video dari pidato capres nomor 02 Prabowo Subianto mengenai ‘tampang Boyolali’ viral di media sosial. Pernyataan Prabowo yang menjadi viral itu diketahui ia sampaikan saat meresmikan Posko Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Kabupaten Boyolali, Selasa (30/10/2018) lalu.
Dalam salah satu bagian dalam pidato itu, Prabowo membicarakan mengenai belum sejahteranya masyarakat saat ini. Ia memberi ilustrasi tentang ketimpangan sosial dengan menyebut ‘tampang Boyolali’ akan terasing jika memasuki hotel-hotel mewah di Jakarta.
“Kalian kalau masuk, mungkin kalian diusir. Tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang-tampang kalian ya tampang orang Boyolali ini. Betul?” kata Prabowo kepada para pendukungnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Jadwal angkutan KSPN Malioboro menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini Kamis 21 Mei 2026 lengkap dengan tarif terbaru.
Jadwal pemadaman listrik Jogja hari ini Kamis 21 Mei 2026 terjadi di Gejayan, Bantul, Gunungkidul, dan Sedayu akibat pemeliharaan PLN.
SIM keliling Sleman 21 Mei 2026 hadir di Polsek Cangkringan dan MPP, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Kebakaran Kantor Bupati Bulungan di Kaltara menyebabkan petugas damkar terluka terkena pecahan kaca saat proses pemadaman berlangsung.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Balai Kalurahan Siraman, Wonosari. Cek jadwal lengkap SIMMADE, SIMPITU, dan SIM Station.