Topan Dujuan Hantam Jepang, Hampir 2 Juta Warga Dievakuasi
Topan Dujuan menerjang Jepang, hampir 2 juta warga diperintahkan evakuasi. Puluhan ribu warga terdampak listrik padam dan layanan transportasi terganggu.
Susilo Bambang Yudhoyono./JIBI
Harianjogja.com, BANYUMAS - Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengau ikut prihatin dengan kondisi Bangsa Indonesia saat ini. Ia meminta semua komponen masyarakat untuk mengendalikan diri agar sejumlah konflik yang terjadi saat ini dapat segera berakhir.
"Saya sangat prihatin atas sejumlah konflik ada di masyarakat yang disebabkan adanya berbagai perbedaan," katanya di Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (30/10/2018) siang.
SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat mengatakan hal itu kepada wartawan usai bertemu dengan ratusan kader Partai Demokrat Kabupaten Banyumas di salah satu rumah makan, Ajibarang.
Menurut dia, konflik yang terjadi saat ini terlihat makin meningkat, beberapa di antaranya berkaitan dengan masalah agama dan etnis.
"Oleh karena itu, saya meminta kepada semua komponen masyarakat untuk sama- sama mengendalikan diri, agar konflik ini segera direda atau diakhiri," tegasnya.
Selain itu, kata dia, perlu adanya peran bersama antara pemerintah dan ulama atau pimpinan agama untuk bersama-sama menjadi bagian solusi serta menyelesaikan konflik yang ada secara serius.
Dengan demikian, konflik yang ada bisa diselesaikan dengan baik sehingga tidak menimbulkan konflik yang lebih besar yang bisa mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
Lebih lanjut, SBY memberikan masukan kepada pemerintah terkait dengan penanganan konflik berdasarkan pengalamannya saat menjadi Presiden Ke-6 RI.
Menurut dia, pemerintah perlu melakukan pendekatan hukum, pendekatan keadilan, dan kearifan agar konflik yang ada di masyarakat dapat diselesaikan.
"Menurut saya, pandangan saya, dan saya lakukan dulu, karena era saya sebenarnya ada masalah-masalah seperti ini, namun kita sadar, tidak bisa dibiarkan dan harus dikelola. Ada hal yang perlu kita lakukan bersama, yaitu mengelola permasalahan yang sensitif ini. Harus mempergunakan kerangka yang tepat, pertama tentu dari aspek hukum, kemudian keadilan dan diperlukan kearifan," katanya.
Usai bertemu dengan ratusan kader Partai Demokrat Kabupaten Banyumas, SBY yang didampingi Ibu Ani Yudhoyono melanjutkan perjalanan ke Tegal untuk melakukan kegiatan serupa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Topan Dujuan menerjang Jepang, hampir 2 juta warga diperintahkan evakuasi. Puluhan ribu warga terdampak listrik padam dan layanan transportasi terganggu.
RUU Reforma Agraria disahkan DPR hari ini. Regulasi ini mengatur pembentukan LPRA yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
Mete Kaligayam, Semin, Gunungkidul, pernah diekspor ke Kanada pada 2016. Kini pemasarannya menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia.
Banjir bandang menerjang Arosuka, Solok. Empat warga luka, 32 jiwa mengungsi, serta 11 kantor dan 28 kendaraan terdampak.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Harga pangan 22 September 2026 relatif stabil. Beras dan minyak goreng tetap, sedangkan seluruh jenis cabai kembali mengalami kenaikan.