Ini Regulasi yang Hambat Investasi Energi Terbarukan
Permen ESDM No 50/2017 dan perubahannya masih tidak menarik bagi para investor.
Paus Fransiskus/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA - Paus Fransiskus akan serius mempertimbangkan kemungkinan kunjungan yang belum pernah terjadi sebelumnya ke Korea Utara. Akan tetapi pejabat senior Vatikan mengatakan ada beberapa kondisi yang harus dipenuhi sebelum kunjungan tersebut.
Laporan Reuters menyebutkan, perjalanan itu akan menjadi tonggak penting di negara yang dikenal karena pembatasan yang ketat terhadap praktik keagamaan.
Kunjungan ini akan menjadi yang pertama oleh seorang Paus ke negara Asia Timur yang tertutup, yang tidak memungkinkan para imam ditempatkan di sana secara permanen.
Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, menyampaikan undangan lisan dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-un kepada Paus selama pertemuan 35 menit di Vatikan pada Kamis lalu.
“Paus menyatakan kesediaannya. Kami harus menunggunya [undangan] untuk diformalkan,” kata Sekretaris Negara Kardinal Vatikan Pietro Parolin, pejabat Tingkat Dua Suci seperti dilansir Reuters, Jumat (19/10/2018).
Ditanya apakah ada kondisi yang harus dipenuhi oleh Korea Utara, Parolin mengatakan: “Ini akan datang kemudian, setelah kami mulai berpikir dengan sungguh-sungguh tentang kemungkinan melakukan perjalanan ini, maka kami akan memikirkan berbagai kondisi di mana perjalanan dapat terjadi," katanya.
"[Paus] bersedia melakukan perjalanan, tetapi perjalanan semacam ini akan membutuhkan persiapan serius," tambah Parolin.
Konstitusi Korea Utara menjamin kebebasan beragama selama tidak melemahkan negara. Tetapi di luarnya, segelintir tempat ibadah yang dikendalikan negara - termasuk sebuah gereja Katolik di Ibu Kota Pyongyang - tidak ada kegiatan keagamaan terbuka yang diperbolehkan. Pihak berwenang juga telah berulang kali memenjarakan misionaris asing.
Hanya ada sedikit informasi tentang berapa banyak warga Korea Utara yang beragama Katolik, atau bagaimana mereka mempraktikkan iman mereka.
Kim mengatakan pada Moon, ada seorang Katolik yang berkeinginan untuk bertemu Paus saat Kim dan Moon bertemu bulan lalu. Setelah itu, pemimpin Korea Selatan melanjutkan pesan Kim kepada Vatikan.
Paus sebenarnya dijadwalkan mengunjungi Jepang tahun depan. Kepada Moon, Paus mengatakan “Pasti menjawab,” undangan dari Kim jika sudah waktunya.
Pertemuan dengan Paus Fransiskus akan menjadi yang terbaru dalam serangkaian pertemuan diplomatik utama bagi Kim tahun ini.
Adapun, kedua Korea telah mengadakan tiga pertemuan puncak tahun ini. Kim juga mengadakan pertemuan puncak belum pernah terjadi sebelumnya dengan Presiden AS Donald Trump di Singapura pada bulan Juni, di mana para pemimpin berjanji untuk bekerja menuju desentralisasi di semenanjung Korea.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Permen ESDM No 50/2017 dan perubahannya masih tidak menarik bagi para investor.
Tesla resmi menaikkan harga Model Y di AS setelah dua tahun. Simak daftar harga terbaru dan persaingan ketat di pasar mobil listrik.
Perbukitan Menoreh Kulonprogo disiapkan jadi pusat wellness tourism. Sungai Mudal siap, namun akses jalan masih jadi kendala utama.
James Cameron ungkap rencana Avatar 4 dan 5 dengan teknologi baru agar produksi lebih cepat dan biaya lebih efisien.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Studi global ungkap penurunan oksigen di sungai akibat pemanasan iklim. Sungai tropis paling terdampak, ancam ekosistem air tawar.