Warga Sigi yang Bertahan di Pengungsian Sebanyak 190.180 Orang

Newswire
Newswire Rabu, 10 Oktober 2018 10:37 WIB
Warga Sigi yang Bertahan di Pengungsian Sebanyak 190.180 Orang

Warga pengungsi korban gempa tsunami tidur di tenda pengungsian di Taman Gor, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10/2018)./ ANTARA FOTO-Muhammad Adimaja

Harianjogja.com, SIGI-Sebanyak 190.180 warga korban gempa di Kabupaten Sigi masih bertahan di lokasi pengungsian pada Rabu (10/10/2018).

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi Gayus Sampe mengatakan para pengungsi tersebar di 12 dari 16 kecamatan yang terdampak bencana pada 28 September 2018.

Warga yang terdampak bencana tinggal di lokasi pengungsian di Kecamatan Biromaru, Dolo, Marawola, Dolo Selatan, Kulawi, Lindu, Pipikoro, Kulawi Selatan, Konovaro, Gumbasa, Tanambulava, Dolo Barat, Palolo, Kinovaro dan Nokilalaki.

Sampai saat ini, kata Gayus, sebagian warga belum mau kembali ke rumah meski tempat tinggal mereka hanya mengalami kerusakan ringan atau sama sekali tidak rusak.

Warga memilih tinggal sementara di lokasi pengungsian meski hanya berteduh di tenda-tenda dan makan seadanya karena takut gempa datang lagi.

Gempa-gempa susulan kecil sampai sekarang kadang masih terjadi, dan setiap kali merasakan getaran warga yang tinggal di dalam tenda langsung berhamburan keluar.

"Saya baru akan kembali pulang jika kondisi sudan benar-benar normal. Artinya sudah tidak ada gempa susulan," kata Ny Mety, warga Desa Bolapapu di Kecamatan Kulawi.

Barnabas, warga Kecamatan Lindu, juga demikian. Ia mengaku lebih tenang tinggal di tenda darurat ketimbang pulang ke rumah dengan kekhawatiran menghadapi dampak gempa.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online