Anak Masuk Sekolah Baru? Ini Tips Psikolog agar Mudah Beradaptasi
Psikolog Vera Itabiliana membagikan tips membantu anak beradaptasi di sekolah baru serta pentingnya peran orang tua dan guru saat MPLS.
Tangkapan layar video amatir yang merekam aksi satu personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang menekuk jari seorang mahasiswa yang membentuk simbol 2 jari, viral di media-media sosial. [Facebook/Macan Asia]
Harianjogja.com, JAKARTA- Sebuah video berisi aksi satu personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menekuk jari mahasiswa yang berpose salam 2 jari saat berfoto bersama Presiden Jokowi, ramai diperbincangkan.
Aksi tersebut dilakukan anggota Paspampres ketika Presiden Jokowi menghadiri undangan Dies Natalis ke 66 Universitas Sumatera Utara, pada Senin (8/10/2018) kemarin.
Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono akhirnya buka suara. Ia mengatakan, kehadiran Presiden Jokowi saat itu disambut meriah oleh mahasiswa USU.
"Mereka berebut minta berswafoto dengan Presiden sambil berteriak histeris. Berbagai teriakan itu, antara lain ‘lanjutkan...’ sambil acungkan satu jari. Ada juga yang bilang ‘pak Jokowi dua periode pak ... !’ sembari mengacungkan dua jarinya," ujar Suhartono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/10/2018).
Suhartono menjelaskan, aksi warga dan mahasiswa yang mengacungkan jari membuat anggota Paspampres spontan mengimbau orang yang berada di dekatnya, sambil berkata, “Kalau mau foto tidak usah berteriak-teriak dua periode dan juga tidak usah acungkan jari-jarinya.”
"Anggota Paspampres tersebut berpikir bahwa kampus bukan tempat berpolitik praktis, dan kehadiran presiden untuk menghadiri undangan resmi, sehingga tidak elok kalau ada kegiatan yang bernuansa politik," jelas Suhartono.
Untuk diketahui, mahasiswa yang jarinya ditekuk anggota Paspampres karena kedapatan mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah saat ingin berfoto dengan Jokowi. Mahasiswa tersebut terlihat mengenakan almamater berwarna hijau.
Untuk diketahui, simbol 2 jari dulu pernah lekat dengan simbolisasi politik Jokowi. Tapi kekinian, simbol tersebut lekat pada Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, yang mendapat nomor urut 2 pada Pilpres 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Psikolog Vera Itabiliana membagikan tips membantu anak beradaptasi di sekolah baru serta pentingnya peran orang tua dan guru saat MPLS.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih melantik tiga kepala OPD hasil lelang jabatan. Ia menyoroti layanan RSUD, kemiskinan, dan penguatan Satpol PP.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.