Daftar Bansos 2027 Wajib Punya IKD, Ini Cara Aktivasi dan Registrasinya
Calon penerima bansos 2027 perlu memiliki IKD aktif untuk daftar mandiri melalui Perlinsos Digital. Simak syarat dan cara aktivasi IKD.
Aktifis perempuan Ratna Sarumpaet memberi keterangan tentang kasus penganiyaannya yang tersebar ke media sosial saat konferensi pers di rumahnya, Kampung Melayu kecil, Jakarta, Rabu (3/10/2018). /Suara.com-Muhaimin A Untung
Harianjogja.com, JAKARTA- Setelah didera skandal hoaks kasus penganiayaan, Ratna Sarumpaet mengundurkan diri sebagai Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) Capres-Cawapres Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
Selembar kertas Ratna Sarumpaet unggah dalam akun Twitter pribadinya @RatnaSpaet pada Kamis (4/10/2018) sekitar pukul 08.00 WIB. Surat tersebut ditujukan untuk Prabowo-Sandiaga, Ketua Umum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Djoko Santoso, seluruh anggota BPN, dan seluruh pimpinan partai Koalisi Indonesia Adil dan Makmur.
Dalam surat itu, Ratna Sarumpaet menyatakan untuk mengundurkan diri karena kehebohan yang dirinya buat. Dirinya bertanggungjawab atas tindakannya.
"Maka sebagai pertanggungjawaban moral saya, bersama ini saya, Ratna Sarumpaet mengundurkan diri dari Tim Pemenangan Prabowo Sandi sebagai Jurkamnas, nomor urut 42," tulis Ratna pada Kamis (3/10/2018).
Oleh karena itu Ratna Sarumpaet menyatakan bahwa dirinya sudah tidak memiliki keterlibatan dengan semua urusan yang berkaitan dengan BPN Prabowo-Sandiaga.
Meskipun begitu, Ratna Sarumpaet menegaskan bahwa dirinya tetap memperjuangkan Prabowo-Sandiaga untuk memenangkan Pilpres 2019.
"Namun tanpa keterlibatan saya di Tim pemenangan prabowo Sandi, saya akan tetap berjuang demi kemenangan prabowo Sandi untuk Indonesia yang lebih baik," pungkasnya.
Berikut isi surat pengunduran diri Ratna Sarumpaet dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga:
Kepada yang saya hormati: Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Salahudin Uno, Bapak Djoko Santoso dan seluruh Tim Pemenangan Prabowo Sandi. Semua pimpinan Partai Koalisi Prabowo Sandi.
Dengan hormat,
Setelah kita semua dalam dua hari terakhir, terbelenggu masalah emosional yang terjadi sebagai akibat perbuatan saya, maka sebagai pertanggungjawaban moral saya, bersama ini saya, Ratna Sarumpaet mengundurkan diri dari Tim Pemenangan Prabowo Sandi sebagai Jurkamnas, no urut 42.
Terkait dengan hal tersebut di atas, maka sejak saat ini saya sudah tidak terlibat lagi dengan semua permasalahan yang berhubungan dengan Tim Pemenangan Prabowo Sandi.
Namun tanpa keterlibatan saya di tim pemenangan Prabowo Sandi, saya akan tetap berjuang demi kemenangan Prabowo - Sandi untuk Indonesia yang lebih baik.
Jakarta, 3 Oktober 2018
Hormat Saya,
Ratna Sarumpaet
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Calon penerima bansos 2027 perlu memiliki IKD aktif untuk daftar mandiri melalui Perlinsos Digital. Simak syarat dan cara aktivasi IKD.
Nusron Wahid menjalani pemeriksaan KPK selama lima jam dan menegaskan perjalanan ke luar negeri telah mendapat persetujuan Kemensetneg.
Mabes Polri memastikan soliditas internal tetap terjaga setelah Listyo Sigit dan dua jenderal ditetapkan sebagai tersangka kasus penyadapan.
EHEF 2026 kembali digelar di Yogyakarta dengan menghadirkan 69 institusi pendidikan tinggi Eropa untuk membuka peluang kuliah dan beasiswa bagi generasi muda In
Demokrat mencatat kemenangan dalam pemilu sela AS 2026 dan berpeluang merebut mayoritas kursi Senat serta DPR dari Partai Republik.
Yusril Ihza Mahendra menyebut kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo mengarah pada indikasi makar dan masih didalami penyidik.