Kemenhub Tegur Keras Asuransi Internasional soal Salvage KM Virgo Transport 8
Kemenhub menegur keras P&I terkait lambatnya salvage KM Virgo Transport 8. Sebanyak 64 korban masih dalam pencarian.
Tangkapan layar kolam renang yang viral karena berombak. /Ist
Harianjogja.com, SIDOARJO- Jagat maya belakangan dihebohkan dengan video tentang air kolam renang yang berombak. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur mengeluarkan keterangan resmi terkait peristiwa aneh air kolam renang berombak di kolam renang Tirta Krida Pusdiklatsarmil Lanud Angkatan Laut Juanda, Sidoarjo tersebut.
Peristiwa yang menghebohkan itu hampir berbarengan dengan peristiwa gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9/2018).
Pernyataan BMKG Jatim tertanggal 2 Oktober 2018 itu ditandatangani Koordinator BMKG Jawa Timur, Mohammad Nurhuda.
Tiga poin utama dijelaskan dalam pernyataan terkait dengan peristiwa aneh yang terjadi sekitar pukul 17.20 WIB, hingga videonya viral di media sosial.
Berikut keterangan resmi BMKG Jatim terkait peristiwa kolam renang berombak misterius itu:
1. Pada saat kejadian dimaksud sensor gempa Stasiun Geofisika Tretes tidak mencatat adanya sinyal gempa.
2. Kejadian ombak di kolam renang tersebut bukan berasal dari kejadian kegempaan yang tercatat di wilayah Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya.
3. Masyarakat kami himbau tidak terpengaruh kepada berita-berita yang meresahkan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Sebelumnya, Viral video kolam renang kawasan Landasan Udara TNI Angkatan Laut di Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur memantik rasa penasaran banyak orang.
Pasalnya, Berdasarkan tayangan video tersebut, terlihat air kolam renang Tirta Krida di kawasan Puslatdiksarmil Lanudal Juanda tiba-tiba bergelombang. Bahkan, hempasan gelombang membuat air naik hingga ketinggian kurang lebih satu meter dari bibir kolam.
Komandan Lanud Angkatan Laut Juanda, Kolonel (P) Bayu Alisyahbana akhirnya angkat bicara menjawab rasa penasaran masyarakat yang tak sedikit yang menilai fenomena tersebut adalah buatan.
"Menyikapi itu saya menjelaskan, bahwa kejadian itu tidak ada rekayasa, bukan rekayasa dari alat apapun. Kolam renang ini juga tidak punya alat pembuat gelombang atau apapun," ujar Bayu kepada Suara.com, Rabu (3/10/2018).
Menurut Bayum kolam renang di Pusdiklatmil memang biasa digunakan untuk latihan siswa baru.
"Nah, kejadian kemarin memang kolam renang menjelang tutup, lalu terjadi fenomena yang menarik perhatian," ucap Bayu.
Kolam renang Puslatdikkormil TNI AL Juanda, air kolamnya berombak keras pdhal kosong tdk ada yg berenang, kondisi ini sdh 3x sblm tsunami aceh, palu, donggala kmrn... pic.twitter.com/r67kwJEzoX
— Kol.JalalHusin (@PanglimaHansip) October 1, 2018
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kemenhub menegur keras P&I terkait lambatnya salvage KM Virgo Transport 8. Sebanyak 64 korban masih dalam pencarian.
Kemenkop menjelaskan alasan manajer Kopdes Merah Putih tak selalu ditempatkan sesuai domisili dan mekanisme penempatannya.
Kejurda Esports DIY 2026 diikuti 209 atlet dan menjadi ajang penjaringan bibit untuk Porda 2027 serta PON 2028.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia untuk lima rute. Cek jam keberangkatan dan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan dan kedatangan di setiap stasiun.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 29 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.