Gelombang Panas Jerman Capai 41,3 Derajat, Rekor Baru Mengancam
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Ilustrasi penemuan bayi./Okezone
Harianjogja.com, MAGELANG-Penyelidikan penemuan bayi yang diduga sengaja dibuang ibu kandungnya dari lantai atas sebuah mal terus didalami Kepolisian Resor Kota (Polresta) Magelang Kota.
Kapolresta Magelang Kota AKBP Krisyanto mengatakan, pihaknya masih memantau kondisi bayi yang saat ini masih dirawat di rumah sakit. Sedangkan untuk melengkapi penyelidikan, lokasi di mana bayi tersebut ditemukan masih dilokalisir.
Dari hasil olah tempat kejadian sementara, ungkap Krisyanto, diperoleh hasil bila sebelum ditemukan bayi, di lantai paling atas di mana lokasi awal diduga bayi itu dijatuhkan, ada tiga orang karyawan mal.
"Dari tiga karyawan yang saat itu berada di atas, dimintai keterangan. Dari ketiga karyawan mengerucut pada satu karyawan diduga sebagai ibu dari bayi yang dibuang," ungkap Kapolres Krisyanto kepada Okezone, Rabu (3/10/2018).
Awalnya, karyawan yang diduga membuang bayi tersebut mengelak bila bayi itu adalah darah dagingnya sendiri saat diperiksa.
Karena menolak, akhirnya petugas pun membawa salah satu karyawan tersebut ke rumah sakit harapan untuk diperiksa kondisi kesehatannya.
Dari keterangan pihak rumah sakit membenarkan jika karyawan supermarket tersebut baru saja melahirkan. "Hasil keterangan dari rumah sakit diketahui bahwa benar karyawan kondisinya baru saja melahirkan," terangnya.
Hal yang lebih mencengangkan, ungkap Krisyanto, dari hasil pemeriksaan medis, ternyata bayi berjenis kelamin perempuan dan memiliki bobot 1,8 kg ini terlahir dalam kondisi prematur. Di mana usia kandungan baru berumur 6 bulan.
Dia menambahkan, pelaku masih belum bisa dimintai keterangan, karena masih dalam perawatan usai melahirkan. Sehingga, polisi belum bisa mengetahui secara pasti motif dari pelaku tega membuang bayinya dari lantai mal tersebut. Atas kejadian tersebut proses hukum selanjutnya ditangani oleh Unit PPA Polres Magelang Kota.
"Saat ini kondisi ibu bayi masih dalam perawatan di rumah sakit Harapan Magelang. Saat ini pelaku belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.