Piala Dunia 2026, Siswa Meksiko Libur Sekolah 3 Bulan
Pemerintah Meksiko mempercepat libur sekolah demi Piala Dunia 2026. Siswa akan menikmati masa libur hampir tiga bulan.
Seorang warga memeriksa lokasi penemuan jenazah bayi di kolong dapur di kediaman orang tuanya di Dukuh Soko, Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Sragen, Minggu (16/6/2024). (Istimewa)
Harianjogja.com, SRAGEN—Guna mengetahui penyebab kematian bayi laki-laki yang ditemukan meninggal di Dukuh Soko, Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Sragen, Minggu (16/6/2024), Kepolisian Resor (Polres) Sragen segera mengautopsi. Jenazah bayi dikirim ke RSUD dr. Moewardi Solo untuk autopsi setelah diperiksa di Instalasi Forensik RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.
Kondisi bayi mungil itu terlihat bersih dengan potongan plasenta di pusarnya. Bayi itu dibalut dengan kain dan ditempatkan pada wadah bayi di Instalasi Forensik RSUD Sragen sembari menunggu pengiriman ke Solo untuk autopsi.
Baca Juga: Motif Pelaku Buang Dua Bayi Kembar Karena Panik
Pengiriman ke Solo itu menunggu surat pengantar dari kepolisian. Sementara ibu bayi, SA, masih menjalani perawatan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen setelah menjalani operasi kuret pascamelahirkan si bayi.
“Ya, hari ini, jenazah bayi dibawa ks RSUD dr. Moewardi Solo untuk autopsi. Dari laporan awal ada penemuan dengan tanda-tanda khusus, yakni ada tali di leher. Leher bayi itu terjerat atau tidak, kami belum berani memasyikan. Autopsi itu nanti hasilnya bisa diketahui tentang penyebab kematian si bayi,” jelas Kapolres Sragen AKBP Jamal Alam melalui Kasatreskrim Polres Sragen AKP Wikan Sri Kadiyono saat dihubungi Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI)/Solopos.com, Minggu siang.
Baca Juga: Jasad Bayi Ditemukan di Semanu, Polisi: Minta Doanya Agar Cepat Terungkap Siapa Orang Tuanya
Wikan menjelaskan Polsek sudah meminta keterangan beberapa saksi. Sedangkan saat ini ibu bayi tersebut masih menjalani perawatan di RSUD yakni menjalani operasi kuret.
Menurut Kasatreskrim Polres Sragen untuk kepastian penyebab kematian bayi masih menunggu autopsi. Sementara itu, Kapolsek Jenar AKP Rudi Hartono mengatakan jenazah bayi itu ditemukan Minggu pagi di Dukuh Soko, Desa Ngepringan, Jenar, Sragen. Dia mengatakan bayi itu kemungkinan lahir tanpa melalui penanganan tenaga medis atau proses lahir mandiri dan bayinya meninggal.
Baca Juga: Mayat Bayi Terbungkus Plastik Ditemukan di Jalan Karanggede Boyolali
“Kasus ini masih diusut Tim Polres Sragen. Hari ini [Minggu], jenazah bayi diautopsi di Solo. Hasilnya ditunggu saja. InsyaAllah kalau sudah jelas dilaporkan lagi. Saat ini bayi diautopsi di Solo, hasilnya kapan tim medis yang tahu. Jadi antara pembunuhan dan kecelakaan melahirkan kami belum bisa memastikan,” jelas Rudi.
Dia menyampaikan kalau penyelidikan selesai maka tim medis dan tim penyidik akan bisa menyimpulkan hasilnya. “Sementara belum berani menentukan pelaku,” ujarnya seraya membenarkan adanya tali di leher bayi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Pemerintah Meksiko mempercepat libur sekolah demi Piala Dunia 2026. Siswa akan menikmati masa libur hampir tiga bulan.
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.
Derbi PSIM vs PSS kembali di Liga 1 2026. Wali Kota Jogja ingatkan suporter jaga kondusivitas dan hindari bentrokan.
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Kementan pastikan stok hewan kurban 2026 surplus 891 ribu ekor. Pasokan aman, harga terkendali jelang Iduladha.
Prabowo menyaksikan penyerahan Rp10,27 triliun hasil penertiban kawasan hutan. Dana ini bisa renovasi 5.000 puskesmas.