Ini Kegalauan Demokrat tentang SBY yang Selalu "Digebukkin"

Newswire
Newswire Senin, 17 September 2018 18:50 WIB
Ini Kegalauan Demokrat tentang SBY yang Selalu "Digebukkin"

Susilo Bambang Yudhoyono./JIBI

Harianjogja.com, JAKARTA - Kabar soal dugaan keterlibatan mantan presiden SBY di kasus Bank Century membuat galau petinggi Partai Demokrat.

Partai Demokrat merasa ada pihak yang tak senang dengan eksistensi Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di dalam dunia politik Tanah Air. Hal itu terlihat dari kemunculan artikel di Asia Sentinel yang menyudutkan SBY, karena diduga melakukan pencucian uang dalam kasus bail-out Bank Century.

Menurut Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, yang berkompetisi di pesta demokrasi lima tahunan itu adalah Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto, tapi anehnya SBY selalu digebukkin oleh kemunculan pemberitaan miring tersebut.

"Yang berkompetisi capres itu Pak Jokowi sama Pak Prabowo, tapi yang tiap hari digebukkin ini Demokrat dan Pak SBY terus," ujar Hinca di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018).

Hinca menyebut, secara politik persoalan itu sudah selesai melalui pansus DPR beberapa waktu lalu. Sehingga, bila isu itu tetap dipaksakan, maka mereka menabrak ranah hukum di pengadilan.

"Secara politik sudah selesai masalah ini dengan pansus di DPR. Toh secara hukum sudah selesai," tegas dia.

Apabila, lanjut Hinca, politikus ingin bersaing secara sehat dengan partai berlambang bintang mercy itu, maka sebaiknya untuk beradu program dan gagasan. Bukan melempar isu seperti ini.

"Jadi kalau orang Indonesia atau politisi membuka-buka kasus ini lagi, dia tidak paham betul atau sudah mulai kehilangan akal sehat untuk beradu kompetisi ide dan gagasan. Siapapun anda politisi di luar Demokrat yang goreng ini, hentikan itu," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Okezone

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online