Bekas TPA Jatibarang Semarang Terbakar, Penyebab Belum Pasti
Bekas TPA Jatibarang Semarang terbakar seluas 3 hektare. Damkar menyebut sampah masih dibuang dan penyebab kebakaran belum dipastikan.
Agus Harimurti Yudhoyono/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA- Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) angkat bicara soal isu kasus Bank Century yang mendera ayahnya Susilo Bambang Yudhoyono (AHY).
Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta publik untuk mewaspadai adanya niat memecah belah negara dengan melibatkan pihak asing. Pasalnya, baru-baru ini Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut terlibat dalam kasus Bank Century oleh media asing Asian Sentinel.
AHY memesankan kepada masyarakat untuk tidak terbawa arus politik fitnah. Terlebih dirinya mengingatkan artikel tersebut mencuat pada tahun-tahun politik.
"2018-2019 memang menjadi tahun politik buat Indonesia, tapi jangan sampai kita ikut-ikutan masuk ke dalam sirkulasi politik fitnah yang tidak berujung. Bukankah kita sering diajarkan bahwa fitnah lebih kejam dari pembunuhan?" kata AHY dalam akun Instagram pribadinya @agusyudhoyono yang ditulis pada Sabtu (15/9/2018) pukul 10.00 WIB.
Dirinya menilai fitnah tersebut bersumber dari pemberitaan media asing yang kemudian disebarluaskan oleh masyarakat Indonesia.
"Fitnah yang sangat jahat dari pihak asing, yang kemudian dengan motif dan tujuan politik tertentu, disebarkan oleh orang-orang Indonesia sendiri," tuturnya.
Dirinya pun meminta publik memahami penjelasan ayahandanya, SBY dalam sebuah media massa terkait dengan kasus tersebut.
Dalam media massa itu, SBY mengatakan keterlibatan dirinya dalam kasus Bank Century hanyalah sebuah fitnah. Apabila terbukti, SBY rela untuk ditangkap dan dimasukkan dalam penjara.
Namun, apabila tidak terbukti, SBY pun akan menuntut Rp 177 Triliun dan menyerahkan seluruh uangnya untuk dibagikan kepada masyarakat kurang mampu.
Untuk diketahui, sebuah media daring internasional, Asia Sentinel, mengunggah artikel berjudul ”Indonesia’s SBY Government: Vast Criminal Conspiracy” [Pemerintahan SBY: Konspirasi Kriminal Terbesar], Senin (11/9/2018).
Dalam artikel yang ditulis pendiri Asia Sentinel John Berthelsen tersebut, termuat cuplikan hasil investigasi kasus di balik Bank Century hingga menjadi Bank Mutiara, yang akhirnya jatuh ke tangan J Trust.
Nama SBY pun tercantum dalam artikel itu sebagai salah satu dari 30 pejabat negara yang diduga terlibat konspirasi pencurian uang negara hingga USD 12 miliar atau setara Rp177 triliun dan melakukan praktik pencucian uang di sejumlah bank internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Bekas TPA Jatibarang Semarang terbakar seluas 3 hektare. Damkar menyebut sampah masih dibuang dan penyebab kebakaran belum dipastikan.
Jadwal Asian Games 2026 hari ini, Selasa 22 September. Indonesia tampil di 17 cabor, termasuk bulu tangkis beregu putra dan putri.
IHSG melemah 0,88% ke 6.384,73 jelang RDG BI. Simak area support IHSG dan rekomendasi saham BIPI, IRSX, GDST, serta SMRA.
Asita DIY menyebut Kelok 23 berpotensi membuka koridor wisata Bantul-Gunungkidul dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di DIY.
Banjir bandang menerjang kompleks perkantoran Bupati Solok. Kantor PUPR, kesehatan, BKD hingga DPRD terdampak, warga juga dievakuasi.
Lebih dari 1.600 karyawan Apple Italia mogok kerja saat peluncuran iPhone 18 Pro. Serikat pekerja menuntut perbaikan kondisi kerja.