Tribun GOR Satria Purwokerto Ambruk, 75 Penonton Jadi Korban
Tribun VIP GOR Satria Purwokerto ambruk saat Drift Speed Fest. Sebanyak 75 penonton luka-luka dan dirawat di sejumlah rumah sakit.
Seorang petani tembakau di Dusun Bulungasem, Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan, Suparjo, merawat tanaman tembakau miliknya, Minggu (12/8/2018).Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, MAGELANG-Sistem tata niaga tembakau yang ada selama ini kurang berpihak pada petani, kata Kepala Divisi Pengabdian Masyarakat, Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Magelang Retno Rusdjijati.
"Hasil penelitian Muhammadiyah Tobacco Control Centre (MTCC) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menunjukkan data bahwa hampir 90 persen petani tembakau di Kabupaten Temanggung menyampaikan sistem tata niaga yang ada kurang berpihak pada petani," katanya di Magelang, Sabtu (8/9/2018).
Ia mengatakan hal tersebut pada workshop Membangun Jaringan Petani Tembakau Indonesia untuk Meningkatkan Kesejahteraan. Ia menuturkan di tengah kondisi yang kurang menguntungkan ini ternyata mulai ada perubahan pergeseran alih tanam maupun diversifikasi dimana petani tembakau mulai mencari alternatif tanaman lain selain tembakau.
Ia mengatakan di Jawa Tengah yang merupakan salah satu provinsi penghasil tembakau terbesar di Indonesia kesejahteraan petani tembakaunya juga kurang begitu signifikan.
"Hal ini karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi produksi tembakau seperti cuaca atau musim yang tidak menentu dimana musim hujan susah diprediksi, kemudian sistem tata niaga yang tidak berpihak pada petani tembakau," katanya.
Melihat fakta kesejahteraan petani tembakau yang kurang signifikan tersebut, katanya UMM mengumpulkan para petani tembakau maupun mantan petani tembakau di Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk saling berdiskusi, menyampaikan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan menanam tembakau serta menyampaikan kisah sukses bagi yang telah beralih tanam ke jenis tanaman lain.
"Hal ini dimaksudkan agar petani dan mantan petani tembakau memiliki jaringan yang luas dalam upaya peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan mereka," katanya.
Ia mengatakan provinsi penghasil tembakau di Indonesia adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat dengan luas lahan sekitar 206.200 hektare atau 90% dari total luas lahan tembakau di Indonesia.
Ia menyampaikan secara umum melihat produksi tembakau Indonesia tentunya harus seimbang dengan kesejahteraan petani tembakau yang ada. Namun, sangat berbanding terbalik dengan pencapaian industri tembakau.
"Hal inilah yang selalu menjadi pertanyaan besar kenapa Indonesia sebagai salah satu negara yang menjadi produksi tembakau belum seimbang dengan kesejahteraan petani tembakau," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tribun VIP GOR Satria Purwokerto ambruk saat Drift Speed Fest. Sebanyak 75 penonton luka-luka dan dirawat di sejumlah rumah sakit.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling pada hari ini.
27 Juli, peringati Kudatuli, Hari Sungai Nasional, dan Hari Orang Tua. Pelajari sejarah dan makna di balik tanggal penting ini.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026 lengkap dengan tarif dan titik keberangkatan. Cek rute dan jam terbaru di sini.