Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Uno saat deklarasi di Kertanegara, Kamis (9/8/2018) malam. /Antarafoto-Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA- Meski Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah menegaskan lemahnya dugaan mahar politik yang dilakukan cawapres, Sandiaga Uno, namun hal itu dianggap aneh oleh kubu capres Joko Widodo.
Raja Juli Antoni, Wakil ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi – Maruf Amin, meminta Badan Pengawas Pemilu menyampaikan ke publik mengenai keputusan mereka yang menyebut bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno tak terbukti memberikan mahar politik ke PKS dan PAN.
Sebab, Sekjen PSI tersebut menilai keputusan Bawaslu soal kasus Sandiaga Uno tersebut terbilang aneh. Karenanya, ia meminta Bawaslu transparan menceritakan latar belakang pengambilan keputusan tersebut kepada publik.
"Keputusan ini aneh. Andi Arief, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, yang pertama menyampaikan adanya dugaan itu belum pernah diperiksa," ujar Raja lewat keterangan tertulisnya, Jumat (31/8/2018).
Raja mengatakan, Bawaslu juga belum melakukan pemanggilan terhadap Sandiaga Uno sebagai pihak terlapor.
Begitu juga Partai Keadlian Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai pihak yang diindikasikan menerima mahar masing-masing Rp 500 miliar tersebut, belum pernah diverbal.
"Mas Sandiaga yang menurut Andi memberikan dana Rp 1 triliun apa sudah pernah dipanggil? PKS dan PAN yang dikatakan menerima dana tersebut apa sudah pernah dipanggil?" jelasnya.
Raja menekankan, Bawaslu transparan dalam menangani kasus tersebut agar tidak kehilangan wibawa politik. Hal tersebut dikarenakan Bawaslu merupakan sebuah lembaga yang harus menjunjung demokrasi.
"Bawaslu sebagai lembaga penyanggah utama demokrasi mesti benar-benar transparan dalam proses ini agar tidak kehilangan wibawa politik," tandas Raja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Global Sumud Flotilla menyebut seluruh kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza dicegat pasukan Zionis Israel di perairan internasional.
Jadwal SIM Kulonprogo Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.