Terungkap! Dugaan Kekerasan Seksual 9 Tahun oleh Ayah di Sukoharjo
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.
Deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya dibubarkan. /Okezone-Syaiful
Harianjogja.com, JAKARTA- Maraknya aksi menghalangi acara deklarasi Gerakan 2019 Ganti Presiden membuat penggagas gerakan ini angkat bicara.
Penggagas gerakan #2019GantiPresiden, Mardani Ali Sera menyayangkan tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian yang kerap kali dianggap menghalangi-halangi digelarnya acara yang dilakukan massa pendukung #2019GantiPresiden di sejumlah daerah. Menurut Mardani, gerakan ini hanyalah bagian dari demokrasi yang mengedepankan berpendapat dan berserikat.
"Kalau kami cuma berpendapat bahwa di negara demokrasi itu kebebasan berpendapat berkumpul berserikat dijamin oleh Undang-undang," ujar Mardani di Gedung DPR, Senayan, Jakaeta Pusat, Selasa (28/8/2018).
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengingatkan tugas pokok dan fungsi kepolisian hanyalah menjaga iklim demokrasi dengan aman, nyaman dan tertib.
"Esensinya demokrasi itu kedaulatan ada ditangan rakyat. Teman-teman kepolisian atau yang lainnya punya kewajiban untuk memastikan proses politk dan demokrasi itu berjalan dengan aman, nyaman dan tertib," jelas Mardani.
Mardani mengaku sedih dengan maraknya aksi penghadangan oleh sekelonpok masyarakat terhadap massa yang mendukung gerakan #2019GantiPresiden
"Sehingga kami sedih dengan kasus-kasus penghadangan, kami sedih dengan aksi premanisme, dan kami sedih dengan sikap aparat yang dalam beberapa hal tidak meberikan ruang bagi masyarakat menyampaikan pendapatnya," tutur Mardani.
Meski begitu, Mardani memuji upaya aparat kepolisian untuk menghindari bentrokan dengan lawan pendukung #2019GantiPresiden. Namun, ia kembali mengingatkan kepolisian untuk tidak menghalang-halangi masyarakat yang imgin menyampaikan pendapatnya.
"Monggo saja, makanya secara sederhana di lokalisir. Kami pernah, saya pernah ke Serang deklarasi, awalnya di satu tempat, di kota sampe empat kali pindah ujung akhirnya di samping makam. Berjalan dengan baik, tidak ada namanya kerusuhan," kata Mardani.
"Minggu lalu saya ke Kalbar, Pontianak. Awal ya di Kota Pontianak, pindah-pindah dan akhirnya di desa Punggur, Kabupatan Kubu Raya, di kampung, berjalan dengan baik," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Harga pangan nasional hari ini menunjukkan cabai rawit merah Rp78.500/kg, telur Rp33.950/kg. Simak daftar lengkap harga terbaru dari PIHPS.
Momen haru terjadi usai sidang tuntutan Nadiem Makarim. Ia merangkul sopir ojol yang datang memberi dukungan di Pengadilan Tipikor.
Satpol PP Bantul menertibkan puluhan spanduk dan rontek liar yang dipasang melintang di jalan dan dekat lampu lalu lintas.
Meta memakai AI untuk mendeteksi akun anak di bawah 13 tahun di Facebook dan Instagram tanpa verifikasi dokumen.