Jelang DCF XVI, Harga Homestay Dieng Diminta Wajar
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kiri) menyapa tamu saat Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-73 di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (17/8/2018)./ANTARA FOTO-Puspa Perwitasari
Harianjogja.com, JAKARTA-Saat menghadiri upacara peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Presiden Joko Widodo mengenakan busana adat dari Aceh.
"Ini pakai baju Aceh, negara kita kan ada dan tradisinya banyak sekali, pakaian adat ada ratusan bahkan mungkin ribuan mungkin. Jadi banyak pilihan dan yang kita pilih ini," kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (17/8/2018).
Busana yang dikenakan berupa beskap hitam dan celana hitam dengan selendang merah kecil yang diselempangkan di bahu kanan, sarung merah yang dipakai di bawah beskap dan tidak lupa tutup kepala berwarna kuning merah serta tanda jasa di dada kanan.
Tahun lalu, Presiden mengenakan pakaian adat dari Tanah Tumbu, Kalimantan Selatan.
"Ini dijahit, dijahit sendiri," tambah Presiden.
Presiden membawa cucunya, Jan Ethes Srinarendra yang juga mengenakan baju adat berupa beskap dan sarung kecil. Ethes pun tampak ceria dengan melambaikan tangan serta membuat gerakan "kiss bye" kepada para wartawan.
Mendampingi Presiden, hadir juga putra pertama Presiden , Joko Widodo Gibran Rakabuming.
Presiden pun berharap di hari kemerdekaan ke-73, bangsa Indonnsia dapat menjaga persatuan dan kesatuan.
"Spiritnya saya kira kita harus optimis, membangun kerukunan, persatuan, kesatuan, kita harus memberikan porsi lebih banyak kepada kerukunan, kesatuan, persatuan, karena stabilitas politik, stabilitas keamanan adalah modal paling fundamental dalam membangun negara ini," kata Presiden.
Pakaian Makassar
Sedangkan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, menurut Presiden mengenakan baju adat dari Makassar.
Para pejabat negara dalam upacara tersebut juga mengenakan baju adat pilihannya masing-masing, misalnya Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla mengenakan baju adat Bugis, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengenakan baju adat Sikka dari Nusa Tenggara Timur.
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengenakan baju adat Sulawesi, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan mengenakan kain ulos batak toba, Ketua DPR Bambang Soesatyo mengenakan baju adat Betawi, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengenakan baju adat batak Mandailing.
Presiden Jokowi menjadi inspektur upacara dalam upacara tersebut, teks proklamasi dibacakan ketua DPR Bambang Soesatyo, pembacaan doa oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.
Sementara, Tarrisa Maharani Dewi dari Jawa Barat terpilih sebagai pembawa bendera Merah Putih sedangkan Ruth Celine pembawa duplikat bendera Merah Putih, Kolonel Arhanud Tri Sugiyanto, S.Sos didapuk menjadi Komandan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.