Penderitaan Warga Lombok, Ribuan Orang Hidup Tanpa Tempat Berteduh

Newswire
Newswire Rabu, 08 Agustus 2018 21:50 WIB
Penderitaan Warga Lombok, Ribuan Orang Hidup Tanpa Tempat Berteduh

Dampak gempa Lombok, NTB/Antara

Harianjogja.com, JAKARTA- Ribuan warga Lombok hingga kini hidup tanpa tempat berteduh setelah rumah mereka hancur diterjang gempa bumi.

Hari ketiga pascagempa bumi berkekuatan 7,0 Skala Richter yang mengguncang Pulau Lombok dan sekitarnya pada Minggu (5/8/2018) malam, warga yang menjadi korban membutuhkan tempat berteduh karena rumah mereka sebagian besar hancur rata dengan tanah.

"Bantuan yang masih kurang adalah tempat tinggal sementara, entah itu tenda atau tempat hunian sementara," kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat di Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Harry memperkirakan jumlah tenda bantuan untuk tempat tinggal sementara korban gempa masih perlu ditambah. Diperkirakan masih dibutuhkan 10.000 tenda karena ada sekitar 11.000 pengungsi yang terdampak di semua kabupaten/kota di Pulau Lombok.

Saat ini tenda yang tersedia sekitar 3.000 jika digabungkan bantuan dari Kementerian Sosial, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan bantuan lainnya.

"Sebagian dari mereka ada yang mengungsi di rumah-rumah sekitar. Mereka juga perlu tenda. Tenda besar dipakai di posko pengungsian, seperti di lapangan depan kabupaten Lombok Utara. Tapi kalau yang dipinggiran jalan, ada 3-5 rumah bergabung bikin tenda sendiri, itu cukup tenda gulung. Ada juga rumah yang terisolasi, terpisah dari rumah lain, rumahnya hanya rusak sedang atau bisa direnovasi, itu bisa pakai tenda keluarga," jelas Harry.

Menurut dia pendistribusian tenda sudah dilakukan dalam tiga tahap. Pertama 220 tenda gulung, kedua 200 tenda gulung plus 5 tenda keluarga serbaguna. Sisanya 210 tenda gulung sudah diberikan pada Selasa (7/8/2018) dan akan segera didistribusikan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online