Penimbunan 400.000 Liter Solar Subsidi di Semarang Terbongkar, Hambat Distribusi BBM
ESDM mengamankan penimbunan 400.000 liter solar subsidi di Semarang yang diduga akan dijual ke sektor industri, perkebunan, dan pertambangan.
Presiden Joko Widodo mengundang sejumlah ketua umum partai politik pendukung dirinya ke kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (23/7/2018) malam. Mereka terlihat santap malam bersama. /Ist-Biro Setpres
Harianjogja.com, JAKARTA- Meski terkesan tampak siap menghadapi Pilpres 2019, koalisi partai pendukung Jokowi dinilai memiliki kekurangan.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono menilai, koalisi partai-partai politik pendukung bakal calon presiden petahana Joko Widodo lebih berpotensi pecah dibandingkan blok pengusung Prabowo Subianto.
Ferry mengatakan, perhitungan tersebut didasari atas jumlah partai politik yang tergabung dalam kubu Jokowi lebih banyak ketimbang kelompok Prabowo.
"Jumlah partai pendukung Jokowi relatif lebih banyak, sehingga lebih besar potensi perpecahannya. Kalau kami dari koalisi Pak Prabowo, Cuma empat partai, tingkat kesulitannya lebih rendah,” tutur Ferry dalam diskusi bertajuk Penantian Panjang Cawapres di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/8/2018).
Untuk diketahui, Jokowi didukung oleh delapan partai, di antaranya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Golongan Karya, Partai Nasional Demokrat, dan Partai Persatuan Pembangunan.
Selanjutnya, ada Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Hati Nurani Rakyat, Partai Persatuan Indonesia, dan Partai Solidaritas Indonesia.
Sementara Prabowo didukung empat partai, yakni Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, dan Partai Demokrat.
“Partai Golkar dan PKB bisa saja keluar dari koalisi Jokowi, dan membentuk poros sendiri. Golkar dan PKB bisa mengusung calon presiden dan calon wakil presiden sendiri. Sebab, Golkar punya 91 kursi di DPR, sedangkan PKB 47 kursi,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
ESDM mengamankan penimbunan 400.000 liter solar subsidi di Semarang yang diduga akan dijual ke sektor industri, perkebunan, dan pertambangan.
Veda Ega Pratama finis kedua Moto3 Malaysia 2026 di Sepang. Pembalap asal Gunungkidul itu kini naik ke posisi tujuh klasemen.
Polresta Sleman menyita 833 botol miras ilegal selama Oktober 2026. Razia menyasar warung, tempat usaha hingga gudang penyimpanan.
Oase Malioboro hadir sebagai destinasi wisata baru di Jogja dengan pertunjukan seni, budaya Jawa, teknologi imersif, dan ruang hijau.
Simulasi UMP 2027 jika naik 9,5% menempatkan upah minimum Jogja sebesar Rp2,64 juta. Cek proyeksi 38 provinsi lainnya.
Cheers Water mendukung Erafone Run 2026 di Museum Gunungapi Merapi dengan menyediakan air mineral dan fasilitas water station untuk memenuhi kebutuhan hidrasi r