FAD DIY Siapkan Suara Anak Daerah 2026
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Ilustrasi vaksin./Reuters
Harianjogja.com, PEKANBARU- Lantaran masalah keyakinan halal atau tidaknya vaksin, sejumlah warga di Riau menolak anaknya divaksin.
Sejumlah warga Kota Pekanbaru, Riau mengaku masih enggan memberi vaksin Meales Rubella (MR) kepada anaknya akibat belum adanya fatwa halal MUI terhadap vaksin tersebut.
"Belum ada kejelasan soal kehalalan vaksin itu. Kalau memang nantinya tidak halal, tapi zat tersebut sudah masuk dalam tubuh anak kita gimana?," ucap Nana, warga Kecamatan Limapuluh di Pekanbaru, Sabtu (4/8/2018).
Ibu rumah tangga tersebut mengaku cukup khawatir mengingat sampai saat ini vaksin MR tersebut tidak jua mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Nana menyebutkan bahwa ia memang telah mendapatkan surat permintaan izin dari sekolah anaknya untuk memberikan vaksin tersebut. Namun ia mengaku bahwa sampai saat ini ia belum menandatangani surat tersebut dan bahkan ia telah mendatangi sekolah anaknya untuk kemudian memberikan penjelasan soal keberatannya terhadap vaksinasi itu.
Kendati demikian, ia mengaku tidak ada masalah soal vaksin tersebut selama memiliki sertifikat halal. Pasalnya ia mengaku telah memberikan vaksin DPT dan BCG saat anaknya berusia beberapa bulan.
"Kalau memang sudah ada kejelasan soal halalnya, maka ini tidak akan jadi masalah," imbuhnya.
Terkait hal tersebut, Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Mohammad Noer mengimbau kepada masyarakat untuk ikut menyukseskan dan melaksanakan program imunisasi Campak dan Rubella (MR). Pasalnya hal ini adalah program Pemerintah Pusat dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Menurut M Noer, vaksin MR tersebut adalah upaya pencegahan terhadap penyakit campak dan rubella, serta kecacatan bawaan akibat rubella (Congenital Rubella Syndrome).
"Ini adalah program Pemerintah. Tidak mungkin Pemerintah melakukan hal buruk kepada masyarakat," ucap M Noer.
M Noer berharap agar masyarakat untuk dapat lebih arif dalam bertindak. Pasalnya apabila hal tersebut diabaikan oleh masyarakat maka ditakutkan hal buruk akan terjadi nantinya. Kendati demikian ia memaklumi soal penolakan akibat tidak adanya status halal dari vaksin tersebut.
Namun lagi-lagi ia mengimbau agar masyarakat untuk dapat lebih mempertimbangkan dampak apabila ada anak yang tidak mendapatkan vaksin MR.
"Ini kan demi kebaikan dan kesehatan masyarakat," pungkas M Noer.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 dua kali dihentikan setelah kecelakaan beruntun melibatkan Alex Marquez, Bagnaia, Zarco, dan Acosta.
Persija Jakarta U20 menjadi juara EPA Super League U20 2025/2026 setelah menang 1-0 atas Malut United U20 di partai final.
Polisi menembak kaki pelaku pemerkosaan dan penyekapan wanita asal Kalimantan Utara di Makassar saat mencoba melawan ketika ditangkap.