Harga Oli Pertamina Naik 17 Persen, Ini Penyebabnya
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Penjualan kambing untuk kurban. (Solopos-Nicolous Irawan)
Harianjogja.com, MADIUN—Kambing milik seorang peternak di Kota Madiun, Jawa Timur yang sedianya dijual untuk keperluan kurban diduga digelonggong.
Hal itu diketahui saat petugas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha 1439 Hijriah.
Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun Cahyarini Budiarti di Madiun, Rabu (1/8/2018), menduga hewan ternak tersebut digelonggong di daerah asalnya.
“Selain beberapa ternak alami sakit iritasi mata, kami juga temukan ada indikasi kambing digelonggong oleh peternak lama sebelum dibawa ke Kota Madiun. Itu dilakukan agar terlihat gemuk,” ujar dia.
Dugaan praktik gelonggongan tersebut, ungkap dia, terlihat dari kondisi tubuh kambing cenderung kurus. Hal itu, katanya, kemungkinan karena kambing terlalu banyak minum air dan sempat masuk paru-paru.
Atas temuan itu, pihaknya menegaskan kambing tersebut tidak boleh dijual karena tidak layak untuk dikonsumsi.
“Selain tidak layak kosumsi, kondisi ternak yang digelonggong juga tidak layak untuk digunakan sebagai hewan kurban,” kata dia.
Pemilik ternak kambing, Khoiri, mengaku tidak tahu salah satu ternak kurban yang dibawanya terdapat indikasi digelonggong.
“Ternak-ternak tersebut didatangkan dari Lumajang dan Malang. Ternyata, dalam pertumbuhannya, ada yang sehat dan ada yang sakit-sakitan. Tapi ada juga yang didatangkan dari Kabupaten Madiun,” kata dia.
Ia menjelaskan kambing yang diindikasikan gelonggongan tersebut hasil penggemukan sejak tiga bulan lalu. Khoiri berjanji tidak akan menjual kambing tersebut untuk kurban. "Rencananya mau dirawat dulu. Nanti bisa digunakan untuk kelas akikah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
China mengonfirmasi sejumlah warganya luka akibat gempa M7,7 NTT. Pemerintah China mengaktifkan bantuan konsuler bagi korban terdampak.
Myanmar mengakui 308.975 pengungsi Rohingya di Bangladesh sebagai mantan penduduk Rakhine dan siap menerima mereka saat kondisi aman.
BNPB mencatat 54 orang meninggal akibat gempa M7,7 di Flores, NTT. Pendataan kerusakan dan korban luka masih terus dilakukan.
Kopdes Merah Putih ditargetkan mulai beroperasi bertahap pada September 2026. Jumlahnya berpotensi melampaui 10.000 unit.
Kombes Pol. Jerrold Hendra Yosef Kumontoy dipercaya menjadi Komandan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka.