OPINI: Panas Ekstrem, Bencana Sunyi yang Menggerus Ekonomi
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Penjualan kambing untuk kurban. (Solopos-Nicolous Irawan)
Harianjogja.com, MADIUN—Kambing milik seorang peternak di Kota Madiun, Jawa Timur yang sedianya dijual untuk keperluan kurban diduga digelonggong.
Hal itu diketahui saat petugas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha 1439 Hijriah.
Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun Cahyarini Budiarti di Madiun, Rabu (1/8/2018), menduga hewan ternak tersebut digelonggong di daerah asalnya.
“Selain beberapa ternak alami sakit iritasi mata, kami juga temukan ada indikasi kambing digelonggong oleh peternak lama sebelum dibawa ke Kota Madiun. Itu dilakukan agar terlihat gemuk,” ujar dia.
Dugaan praktik gelonggongan tersebut, ungkap dia, terlihat dari kondisi tubuh kambing cenderung kurus. Hal itu, katanya, kemungkinan karena kambing terlalu banyak minum air dan sempat masuk paru-paru.
Atas temuan itu, pihaknya menegaskan kambing tersebut tidak boleh dijual karena tidak layak untuk dikonsumsi.
“Selain tidak layak kosumsi, kondisi ternak yang digelonggong juga tidak layak untuk digunakan sebagai hewan kurban,” kata dia.
Pemilik ternak kambing, Khoiri, mengaku tidak tahu salah satu ternak kurban yang dibawanya terdapat indikasi digelonggong.
“Ternak-ternak tersebut didatangkan dari Lumajang dan Malang. Ternyata, dalam pertumbuhannya, ada yang sehat dan ada yang sakit-sakitan. Tapi ada juga yang didatangkan dari Kabupaten Madiun,” kata dia.
Ia menjelaskan kambing yang diindikasikan gelonggongan tersebut hasil penggemukan sejak tiga bulan lalu. Khoiri berjanji tidak akan menjual kambing tersebut untuk kurban. "Rencananya mau dirawat dulu. Nanti bisa digunakan untuk kelas akikah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Hyundai siapkan 1.500 kendaraan dan robot canggih untuk Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko.
Kejagung tetapkan Komisaris PT YAT sebagai tersangka korupsi MBG. Dugaan mark up pengadaan motor listrik Rp1,035 triliun.
Pemkot Jogja rencanakan perahu ketinting untuk patroli Sungai Winongo. Fokus kebersihan, pengawasan limbah, hingga pengembangan wisata sungai.
Pemkab Kulonprogo pastikan gaji PPPK 2026 aman, dibayar penuh 12 bulan plus THR tanpa kendala anggaran.
Demo 1.000 mahasiswa di Dukuh Atas berjalan kondusif. Polisi amankan dua pria bawa molotov, bantah isu jamming sinyal.