Jelang DCF XVI, Harga Homestay Dieng Diminta Wajar
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan memberikan keterangan di ruang Fraksi PAN, kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu. /Antara-Wahyu Putro
Harianjogja.com, JAKARTA-Setelah enam ketua umum parpol pengusung Joko Widodo sebagai calon presiden bertemu Senin (23/7) malam, diam-diam Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan juga menemui Presiden Jokowi, Selasa (24/7).
Zulkifli Hasan mengakui bertemu Presiden Joko Widodo membahas sejumlah persoalan politik termasuk soal koalisi, di Istana Bogor, Selasa pagi. "Iya saya bertemu dengan Pak Jokowi. Kok kamu tahu," kata Zulkifli Hasan, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa.
Zulkifli Hasan mengatakan, sebagai ketua umum partai politik, pertemuan dengan Presiden Joko Widodo tentunya membicarakan soal politik. Zulkifli juga membenarkan, ketika ditanya apakah pertemuan tersebut juga membicarakan soal koalisi dan adanya tawaran untuk bergabung dengan koalisi partai politik pendukung Joko Widodo untuk pemilu presiden 2019. "Masih terbuka peluang bagi PAN, tapi ini masih proses," ucapnya.
Zulkifli yang juga Ketua MPR itu menambahkan, kalau proses itu selesai sehingga semua kemungkinan dapat terjadi. "PAN masih ada waktu membuat pertimbangan dan keputusan, bisa dengan A atau bisa dengan B," ujarnya.
Sebelumnya, Joko Widodo sebagai calon presiden (capres) mengundang semua ketua umum partai politik mitra koalisi pendukungnya untuk makan malam bersama di Istana Bogor, Senin malam. Ketua umum partai politik yang hadir adalah, Megawati Soekarnoputri (PDI Perjuangan), Airlangga Hartarto (Partai Golkar), Muhaimin Iskandar (PKB), Romahurmuziy (PPP), Surya Paloh (Partai Nasdem), dan Oesman Sapta (Partai Hanura). Pada pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam tersebut, semua ketua umum partai politik mitra koalisi sepakat mendukung Joko Widodo sebagai calon presiden serta sepakat menyerahkan penentuan nama cawapres kepada Joko Widodo.
Menurut Oesman Sapta, pada saat yang dinilai tepat, Joko Widodo akan mengumumkan siapa nama cawapres yang akan mendampinginya. "Semua ketua umum sepakat untuk tidak membocorkan dan tidak menyebut latar belakangnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.