Ini Penghormatan MotoGP untuk Mendiang Afridza Munandar
Afridza Munandar meninggal dunia akibat kecelakaan pada ajang Asia Telent Cup 2019 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Sabtu (2/11/2019).
13 Orang tim sepakbola anak yang terjebak di dalam gua. /Ist- Royal Thai Army
Harianjogja.com, CHIANG RAI — Sebanyak 12 anak siswa sekolah sepak bola yang terjebak di dalam Gua Tham Luang, Chiang Rai, Thailand selama belasan hari telah ditemukan dalam kondisi selamat, namun belum bisa dilakukan evakuasi. Ke-13 orang itu dilaporkan hilang sejak 23 Juni 2018 dan sebenarnya sudah ditemukan oleh penyelam asal Inggris, Minggu (2/6/2018) lalu.
Sayangnya, ke-13 orang tersebutu harus mengalami kisah tragis lainnya karena regu penyelamat belum mampu mengevakuasi mereka hingga Kamis (5/7/2018) karena banjir yang tak kunjung surut dan medan penyelaman yang ekstrem. Bahkan, mereka diperkirakan baru akan bisa dievakuasi keluar gua dalam waktu empat bulan ke depan.
Berdasarkan laporan Reuters, Kamis (5/7/2018), Angkatan Laut Thailand memperkirakan 13 orang itu kemungkinan akan tetap berada di Gua Tham Luang sampai banjir surut. Banjir diperkirakan akan surut di akhir musim hujan di Thailand yang akan terjadi sekitar empat bulan lagi.
Wakil Direktur Jenderal Departemen Pencegahan Bencana dan Mitigasi Thailand, Kobchai Boonarana, memberikan kebebasan kepada regu penyelamat untuk mengambil keputusan. "Kita dapat melihat bahwa semangat mereka bagus, tetapi bagaimana dengan kekuatan dan kemampuan mereka? Itu tergantung pada tim di dalam untuk memutuskan," kata Kobchai kepada wartawan, Kamis (5/7/2018).
Ia menjelaskan Departemen Pencegahan Bencana dan Mitigasi Thailand telah memberikan upaya maksimal dengan berusaha menyurutkan banjir yang merenda gua tempat 13 orang terjebak di dalamnya. "Tugas kami adalah terus memompa keluar air dan terserah kepada tim di dalam untuk menilai tingkat keamanan jalur keluar masuk gua," katanya.
Wakil Komandan Wilayah Angkatan Darat III Thailand, Mayor Jenderal Chalongchai Chaiyakum, mengatakan bahwa regu penyelamat membutuhkan waktu 11 jam untuk melakukan perjalanan pulang-pergi dari pintu masuk gua ke base-camp. Terlebih mereka harus melawan arus air di dalam gua.
Sementara itu, Gubernur Chiang Rai, Narongsak Osottanakorn, mengatakan ke-13 orang itu tidak harus dibawa keluar dari gua bersama-sama, bisa juga satu per satu sesuai kemampuan individu. "Kami menilai kondisi cuaca, jika hujan dan ketinggian air naik, berapa jam atau berapa hari yang kita miliki lagi?" Katanya.
Kini, regu penyelamat masih berupaya membuat ke-13 orang yang terjebak di dalam gua tetap fit dengan mengirim makanan, air, dan oksigen. Air yang menggenangi gua pun terus dipompa agar cepat surut.
Di sisi lain, Departemen Meteorologi Thailand memperkirakan akan turun hujan deras pada Kamis (5/7/2018). Hal itu semakin membuat regu penyelamat pesimistis dapat mengeluarkan 13 orang yang mengalami kisah tragis itu lebih cepat.
Diberitakan sebelumnya, ke-13 orang tersebut merupakan 12 siswa sepak bola berusia 11 tahun sampai 16 tahun bersama pelatih mereka yang berusia 25 tahun. Mereka terjebak di gua setelah bertualang di kompleks Hutan Tham Luang sebelum akhirnya hujan deras yang juga membawa lumpur menjebak mereka di dalamn gua sejak 23 Juni 2018.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Afridza Munandar meninggal dunia akibat kecelakaan pada ajang Asia Telent Cup 2019 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Sabtu (2/11/2019).
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.