Kiandra Ramadhipa Start Kelima di Moto3 Junior Aragon
Kiandra Ramadhipa akan start dari posisi kelima pada dua balapan Moto3 Junior FIM 2026 di Aragon, Minggu (27/9).
Presiden Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kiri) usai menyampaikan keterangan pers di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6/2018). /Antara-Puspa Perwitasari
Harianjogja.com, BOGOR-Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad melakukan pembicaraan bilateral yang menguntungkan kedua belah pihak. Beberapa persoalan yang dibahas di antaranya masalah tata kelola pemerintahan, pemberantasan korupsi, konektivitas, penyelesaian perbatasan hingga politik.
"Kita sudah bicara banyak dengan beliau dan delegasi, intinya kita memiliki komitmen yang sama mengenai good governance, mengenai pemberantasan korupsi, mengenai isu pentingnya konektivitas dan penyelesaian yang berkaitan dengan perbatasan. Satu persatu akan mulai kita bahas di forum-forum di tingkat menteri," kata Presiden Joko Widodo saat pernyataan pers bersama dengan PM Mahathir di Istana Bogor, Jumat (29/6/2018).
Menurut Presiden, berbicara untuk bekerja sama dan perbatasan, sehingga keuntungan akan didapat oleh Malaysia maupun Indonesia. Kepala Negara juga mengungkapkan bahwa dalam pertemuan dengan PM Mahathir juga juga menitipkan untuk perlindungan bagi tenaga kerja Indonesia yang berada di Malaysia. "Juga pembangunan sekolah-sekolah bagi anak-anak Indonesia yang berada di Malaysia," ujar Jokowi.
Terkait internasional, lanjut Presiden, Indonesia dan Malaysia juga memiliki komitmen yang sama bahwa penyelesaian lewat dialog yang berbasis kepada hukum-hukum internasional akan dikedepankan.
PM Mahathir berharap persahabatan dan kerja sama antara Indonesia-Malaysia dapat ditingkatkan karena banyak keuntungannya, baik dalam bidang politik, bidang ekonomi, dan juga hubungan antarbangsa. "Kita menghadapi masalah yang sama, umpamanya ekspor minyak, ekspor kelapa sawit kita ini diancam oleh Eropa. Dan kita perlu bersama-sama melawan mereka," tutur Mahathir.
Untuk itu, kata Mahathir, Indonesia-Malaysia perlu bersama-sama melawan kampanye mereka yang mengatakan minyak kelapa sawit dibuat dari hutan-hutan yang ditebang pengusaha dan dengan itu yang mereka nilai berdampak buruk pada iklim. "Itu tidak benar sama sekali. Kita perlu ada kawasan luas untuk masyarakat dan untuk mendapat hasil yang lebih banyak dan tinggi dari kawasan luas di negara kita," kata Mahathir.
Terkait masalah pendidikan anak-anak para TKI, PM Malaysia ini berjanji akan menjamin pendidikannya. "Anak-anak mereka perlu mendapat pendidikan dan ke sekolah. Di Semenanjung kita sudah ada beberapa sekolah meski tidak mencukupi. Tapi di Sabah Sarawak belum ada sekolah-sekolah yang bisa dimasuki anak-anak Indonesia yang tinggal di sana. Ini akan kita perbaiki," janji Mahathir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kiandra Ramadhipa akan start dari posisi kelima pada dua balapan Moto3 Junior FIM 2026 di Aragon, Minggu (27/9).
Blue fire muncul di Kawah Gunung Papandayan. Badan Geologi turun ke lapangan dan mengimbau warga tak beraktivitas dalam radius 500 meter.
Warga Sentolo, Kulonprogo, meninggal setelah masuk gorong-gorong untuk membersihkan sampah yang diduga menyumbat aliran air.
Kaspersky menemukan situs palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan harga fiktif. Pengguna diminta waspada sebelum memasukkan data pribadi.
Ratusan peserta membersihkan Pantai Baru Bantul. Gerindra mendorong kebersihan menjadi budaya untuk mendukung pariwisata dan ekonomi hijau.
Asah Kreativitas Anak Sejak Dini, Alfamart dan Johnson’s Gelar Lomba Mewarnai di Graha Bung Karno Klaten