Pejabat AS: Israel Ada di Balik Serangan Udara ke Suriah

Nugroho Nurcahyo
Nugroho Nurcahyo Selasa, 19 Juni 2018 09:15 WIB
Pejabat AS: Israel Ada di Balik Serangan Udara ke  Suriah

Ilustrasi serangan udara./Times of Israel

Harianjogja.com, WASHINGTON-Sebuah serangan udara di dekat perbatasan Irak-Suriah pada Senin (18/6/2018) dilakukan oleh Israel dan bukan oleh Pasukan Koalisi AS seperti ramai diberitakan media di Timur Tengah.

Demikian pernyataan pejabat AS kepada CNN.

Televisi Pemerintah Suriah sebelumnya memberitakan serangan berdaya hancur cukup tinggi dan menargetkan militer pro rezim Assad itu dilakukan oleh koalisi penumpasan teroris yanh dipimpin AS. Namun juru bicara koalisi mengatakan tidak ada serangan pasukan koalisi di area sekitar Abu Kamal seperti yang dituduhkan.

Pasukan Pertahanan Israel menolak berkomentar atas serangan itu.

Pejabat AS itu sebelumnya mengatakan banyak militan pro rezim Assad yang beraliansi dengan Iran beroperasi di perbatasan antara Suriah dan Irak.

Area serangan tersebut berjarak cukup jauh dari Israel, sehingga diperlukan pasokan logistik untuk mendukung serangan teroris.

Israel sudah berkali-kali mengingatkan bahwa serangan tersebut menargetkan kelompok-kelompok militer yang berhuhungan dengan Iran.

 "Kami akan  beraksi, mengambil tindakan dan telah membuat aksi nyata melawan usaha-usaha masuknya militer Iran dan kelompok proksinya di Suriah. Baik itu di dekat Suriah maupun jauh di dalam wilayah Suriah. Kami akan beraksi dengan perlawanan seperti ini di manapun di Suriah," ujar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyah dalam pertemuan kabinet, Minggu.

Netanyahu pekan lalu telah mengadakan perbincangan dengan Sekretaris Negara AS Mike Pompeo dan Presiden Rusia  Russian President Vladimir Putin, dua pemain kunci yang mempengaruhi kebijakan dan aksi di Suriah. 

Serangan udara pada Minggu sangat berbeda dengan beberapa serangan sebelumnya yang dikaitkan dengan Israel. Umumnya, serangan Israel ke Suriah dilakukan di bagian barat wilayah Suriah seperti di sekitar area Homs dan Damaskus.

Dalam beberapa waktu terakhir  serangan-serangan Israel juga menargetkan infrastruktur dan kehadiran militer di Iran di Suriah. Di masa lalu, serangan Israel juga biasanya dilakukan untuk menghalau pengiriman senjata canggih dari Suriah kepada Hezbollah di Lebanon.

Serangan terbaru yang dilakukan Israel di bagian timur Suriah terletak ratusan mil dari area-area serangan yang biasa dilakukan Israel. Targetnya juga sama sekali baru, yakni pasukan pro rezim Assad. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : CNN

Share

Nugroho Nurcahyo
Nugroho Nurcahyo Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online