Investasi Alat Kesehatan Bakal Capai Rp5,7 Triliun hingga 2024
Investasi baru hingga 2024 itu nantinya tidak hanya datang dari produk terkait Covid-19, melainkan banyak diferensiasi produk sesuai kebutuhan yang ada.
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (kedua kiri) bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Istana Negara Singapura, Minggu (10/6/2018)./Reuters-Edgar Su
Bisnis.com, JAKARTA – Setelah pasang surut hubungan antara Amerika Serikat dan Korea Utara yang membuntukan jalur dialog bilateral, akhirnya kedua pemimpin negara tersebut dijadwalkan bertemu pada hari ini, Selasa (12/6/2018).
Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un direncanakan bertemu di Hotel Capella, Pulau Sentosa, Singapura.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan masih akan melihat kesepakatan-kesepakatan apa yang dicapai keduanya. Namun, Darmin memastikan hasil pertemuan akan lebih banyak menyangkut persoalan politik kedua negara sehingga tak berdampak signifikan bagi Indonesia.
"Pertemuan Trump dan Kim Jong Un ini akan lebih mementingkan pembahasan politik, bukan ekonomi. Kalau ada pun, sentimen ekonomi di Indonesia, itu hanya dampak tidak langsung, bukan secara langsung," ujarnya, Senin (11/6/2018).
Reuters melansir pembicaraan di dalam KTT AS-Korut nantinya memang mengenai senjata nuklir Korut dan perdamaian di Semenanjung Korea.
Korea Utara telah menghabiskan waktu beberapa dekade untuk mengembangkan senjata nuklir. Puncaknya adalah uji perangkat termonuklir pada 2017. Korut juga sukses menguji coba misil yang dapat mencapai daratan AS.
Percobaan itu dilakukan di tengah-tengah kampanye “tekanan maksimal” yang dipimpin AS, yaitu mengetatkan sanksi ekonomi terhadap Korut dan memberikan kemungkinan aksi militer.
Di dalam sambutan Tahun Baru-nya, Kim menyatakan negaranya telah melengkapi pengembangan program nuklir dan kini akan fokus untuk perkembangan ekonomi. Hal itulah yang mendorong pertemuan bersejarah dengan Korea Selatan pada April lalu.
Setelah beberapa kali saling berkomunikasi dengan tetangganya, pejabat Korea Selatan menyampaikan kepada Trump pada Maret bahwa Kim bersedia untuk bertemu tatap-muka.
Kemudian, KTT AS-Korut pun terlaksana setelah masing-masing negara saling mengancam untuk mengundurkan diri setelah Korut tersinggung dengan pernyataan salah seorang penasihat AS.
Di sisi lain, tetap banyak pihak yang skeptis bahwa Kim benar-benar akan meninggalkan program nuklirnya. Mereka percaya bahwa pendekatan terbaru Kim ini hanya untuk mendapatkan kelonggaran sanksi ekonomi dari AS.
Adapun bagi Trump, suksesnya KTT ini akan menempatkan dirinya sebagai orang yang dibutuhkan di kancah internasional menjelang pemilihan kongres pada November 2018.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Investasi baru hingga 2024 itu nantinya tidak hanya datang dari produk terkait Covid-19, melainkan banyak diferensiasi produk sesuai kebutuhan yang ada.
Sapi simmental berbobot 1 ton asal Gedangsari, Gunungkidul, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban tahun ini.
Gregoria Mariska Tunjung resmi mundur dari Pelatnas PBSI karena alasan kesehatan, PBSI menghormati keputusan dan fokus pada pemulihan.
Megawati Hangestri resmi bergabung dengan Hillstate Korea Selatan dan dijadwalkan debut di KOVO Cup serta V-League 2026/2027.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League 2025/2026, Van Gastel tetap turunkan skuad terbaik di dua laga sisa musim.
SMA Kolese De Britto bersama SMA Pangudi Luhur Yogyakarta sukses menghadirkan pementasan teater kolaboratif.