Kecelakaan Maut di Boyolali, Motor Disambar Truk LPG di Lampu Merah
Kecelakaan maut di Boyolali, motor tertabrak truk LPG di lampu merah Penggung. Satu penumpang tewas di lokasi.
Suasana Pantai Baron, Tanjungsari, Selasa (15/5/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, JOGJA—Destinasi-destinasi wisata di DIY mematok target ratusan ribu wisatawan pada libur Lebaran besok. Mereka bersolek dan berusaha membikin nyaman para pelancong.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul membidik 300.000 kunjungan. Sekretaris Dinas Kebudayaan, Siti Isnaini Dekoningrum mengatakan, beberapa pertunjukan juga akan digelar di objek wisata untuk memuaskan pelancong. Lokasi yang disiapkan untuk menampilkan pertunjukan meliputi Nglanggeran, Kecamatan Patuk; Pantai Sundak, Kecamatan Tepus; Sri Gethuk, Kecamatan Playen; hingga Ngalang, Kecamatan Gedangsari.
“Pertunjukan ini untuk menunjang objek wisata pantai, air atau minat khusus dan juga sebagai upaya kami untuk mempromosikan potensi kebudayaan yang ada di Gunungkidul,” ucap Dekoningrum, Jumat (8/6/2018).
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Asti Wijayanti mengatakan homestay dan penginapan harus mampu mengikat wisatawan lebih lama. “Karena selama ini lama tinggal wisatawan hanya 1,6 hari. Kami imbau pengelola penginapan memberikan servis yang bagus,” ujar dia.
Sejumlah upaya itu diharapkan mampu membantu Pemkab meraup pendapatan Rp2,6 miliar saat libur panjang Lebaran. Asti optimistis target tersebut tercapai karena antusiasme pemudik berlibur ke Gunungkidul masih tinggi.
“Selain wisata pantai, pengunjung juga bisa mencoba sejumlah wisata alternatif lain. Di antaranya, Gua Pindul, Kalisuci, dan destinasi alam lainnya seperti, Gunung Api Purba Nglanggeran.”
Asti juga mengimbau kepada para pedagang yang ada di kawasan wisata untuk tidak memanfaatkan situasi dengan mematok harga tinggi kepada pembeli.
“Kami telah berkoordinasi dengan pokdarwis agar lonjakan harga di objek wisata tidak terjadi.”
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul juga berupaya tetap menjaga kebersihan kawasan wisata, khususnya pantai. Kepala DLH Gunungkidul Agus Priyanto mengungkapkan selama libur Lebaran, 24 petugas kebersihan tidak akan mendapatkan libur. Bahkan beban kerja bakal semakin berat lantaran kawasan pantai selatan akan dibanjiri oleh wisatawan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Pokdarwis-pokdarwis yang ada dalam kaitannya menjaga kebersihan wilayah masing-masing,” lanjutnya.
Dia memperkitakan setiap wisatawan yang masuk ke Gunungkidul menghasilkan 0,7 kilogram sampah. Dengan asumsi ini, serta ditambah pada perkiraan jumlah kunjungan mencapai 300.000 orang, jumlah sampah yang harus ditangani mencapai 210 ton.
Wisatawan diimbau hati-hati saat mengungjungi pantai yang selama ini menjadi primadona wisata Gunungkidul. Juni hingga Agustus merupakan periode kemunculan ubur-ubur di kawasan Pantai Selatan
Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan jawatannya akan menerjunkan sejumlah petugas kesehatan untuk membantu tim SAR menangani korban ubur-ubur. Obat juga akan disuplai.
Sekretaris SAR Wilayah II Kabupaten Gunungkdul Surisdiyanto mengatakan hewan yang biasa disebut impes oleh masyarakat lokal saat ini mulai terlihat di Pantai Ngandong dan Pantai Sepanjang. Petugas SAR terus menyingkirkan ubur-ubur yang sudah menepi.
“Petugas juga sudah menyiapkan papan informasi melalui pengumuman dan pengeras suara guna mengimbau wisatawan untuk berhati-hati,” ujar Surisdiyanto.
Hiburan
Dinas Pariwisata Bantul akan menggelar berbagai acara hiburan di sejumlah objek wisata.
Beberapa pentas kesenian yang akan digelar adalah Campursari Mahkota Dewa dari Ngestiharjo, Kasihan Bantul; Campursari Satrio Mataram dari Dongkelan, Panggungharjo, Sewon; dan Koes Plus Nandy Bersaudara dari Tamantirto, Kasihan.
Pentas kesenian tersebut digelar selama tiga hari mulai 16 Juni hingga 18 Juni di Pantai Baru, Poncosari, Srandakan, dan Pantai Goa Cemara, Gadingsari, Sanden. “Pentas kesenian berlangsung selama tiga hari mulai pukul 09.00-13.00 WIB,” kata Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Parwisata Bantul, Bangun Rahino, Jumat.
Wisata alam yang dikelola kelompok sadar wisata, kata Bangun, juga sudah mempersiapkan berbagai kegiatan untuk menyambut wisatawan selama libur lebaran.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan berbagai fasilitas untuk menyambut wisatawan sudah dipermak. Tempat sampah ditambah, sampah di sepanjang jalan jalur lintas selatan (JJLS) dibersihkan, gerbang wisata Dewi Kasongan dan beberapa tempat penarikan retribusi (TPR) diperbaiki, dan jalan tembus objek wisata di Dlingo juga dihaluskan.
Guna mengantisipasi antrian kendaraan di pintu masuk TPR induk Parangtritis, Dinas Pariwisata berencana menambah petugas TPR dari 11 orang pada hari biasa menjadi 40 orang.
Ia memprediksi jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bantul lebih dari 300.000 orang selama libur Lebaran. Jumlah tersebut baru prediksi hitungan di objek wisata yang menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) seperti Parangtritis, Samas, Goa Cemara, Pandansimo, Kuwaru, Goa Selarong, dan Goa Cerme.
Sementara masih banyak destinasi wisata non-PAD atau yang dikelola oleh masyarakat, seperti di Kecamatan Dlingo yang jumlahnya dipastikan lebih banyak. Puncak Becici misalnya, saat liburan lebih dari 3.000 wisatawan berkunjung ke bukit yang menawarkan pemandangan alam dan hutan pinus tersebut.
Salah satu pengelola Puncak Becici, Gandi Saputra mengatakan dalam sehari jumlah pengunjung pada hari biasa pada kisaran 700-1.000 orang. “Kalau liburan biasanya sampai di angka 3.500 orang dalam sehari,” kata Gandi.
Berbagai persiapan sudah dilakukan oleh beberapa objek wisata di Sleman. Akses dan sarana prasarana penunjang di dalam objek wisata mulai dibenahi, berbagai pertunjukan juga digelar untuk menambah daya tarik.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman Sudarningsih mengatakan, di libur lebaran tahun ini Dinas Pariwisata Sleman menargetkan sebanyak 350.000 kunjungan dari Senin (11/6) sampai Rabu (20/6).
Sepanjang tahun, Dinas Pariwisata Sleman menargetkan delapan juta kunjungan. “Tahun lalu saja kami menargetkan 6 juta kunjungan, dan realisasinya mencapai 7,2 juta kunjungan,” ujar Sudarningsih.
Dia mengatakan di kawasan wisata Kaliurang bakal ada 11 pertunjukan sehingga meski Merapi sedang Waspada, pelancong tetap tertarik datang.
“Beberapa objek wisata menambah jumlah petugas agar pelayanan maksimal,” ujar Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman Eka Priastana Putra
Eka mengatakan pada tahun ini, wilayah Sleman Barat seperti Kecamatan Godean, Minggir, dan Moyudan dirorong agar pariwisatanya bisa berkembang sebagaimana Sleman Utara dengan pegunungannya dan Sleman Timur dengan candi dengan panorama alamnya. “Di Kecamatan Moyudan ada Desa Wisata Gamplong yang sudah terkenal, kami juga kembangkan di sana, agar tidak hanya di wilayah Sleman Utara dan Sleman Timur saja yang objek wisatanya berkembang,” jelas Eka.
Ketua Pengelola objek wisata Taman Tebing Breksi di Kecamatan Prambanan, Kholiq Widianto, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan penyambutan libur lebaran tahun ini, salah satunya dengan memperbaiki akses jalan. “Jalan ke objek wisata Tebing Breksi sebagian rusak, dan untuk menyambut libur Lebaran sudah mulai diperbaiki.”
Persaingan
Munculnya belasan destinasi wisata baru di Kulonprogo membuat persaingan semakin ketat. Sekretaris Paguyuban Laguna Pantai Trisik, Edy Yulianto, mengatakan pelayanan yang baik lepada wisatawan sangat penting.
Perbaikan toilet, spot foto, hingga pembersihan kawasan dari sampah kiriman Sungai Progo terus dilakukan demi menyambut Lebaran.
Begitu juga Pantai Pasir Kadilangu yang mengandalkan wisata pantai dan hutan mangrove. “Kami membersihkan sunga dan memperbaiki jembatan,” kata pengelola Hutan Mangrove Pasir Kadilangu Septian Wijayanto, Minggu.
Pada libur Lebaran mendatang, Pantai Pasir Kadilangu menggelar jatilan serta pentas dangdut agar memberikan hiburan bagi peserta yang datang.
“Kami siap berkompetisi karena kami memiliki pasar tersendiri, yakni hutan mangrove, dan itu bagus untuk kemajuan objek wisata,” ujar dia.
Berbeda lagi dengan Kalibiru, destinasi jalan-jalan yang mengandalkan panorama pegunungan. Mereka menambahkan spot foto dengan kano dan paralayang yang dapat digunakan pengunjung di libur Lebaran ini.
“Rencananya kami launching hari kedua lebaran, tetapi mulai kemarin sudah bisa digunakan,” ungkap pengelola kawasan wisata Kalibiru, Sumarjono, Sabtu sore.
Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kulonprogo Sari Wulandari mengatakan, jumlah pengunjung Pantai Glagah masih mendominasi kunjungan wisata dan menyetor PAD terbanyak. Pada musim libur Idulfitri seperti saat ini, pengunjung Pantai Glagah bisa meningkat mencapai lebih dari 25% dibanding kunjungan hari biasa. Dinas Pariwisata memperkirakan jumlah pengunjung Pantai Glagah sepanjang Juni 2018 bisa berjumlah 70.000 pengunjung.
“Kami sedang fokus mengantisipasi kemacetan dan penumpukan kendaraan di kawasan Pantai Glagah, Dinas Pariwisata Kulonprogo akan membuat lokasi parkir baru. Jangan sampai kendaraan yang berkunjung ke taman bunga, membuat macet jalan menuju Pantai Glagah,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kecelakaan maut di Boyolali, motor tertabrak truk LPG di lampu merah Penggung. Satu penumpang tewas di lokasi.
Salad jadi pilihan sehat rendah kalori yang bantu pencernaan dan diet. Simak manfaat dan resep salad segar untuk musim panas.
Kecelakaan Gus Hilman di Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) diduga akibat sopir mengantuk. Dua staf meninggal, polisi masih selidiki.
Persis Solo resmi terdegradasi dari BRI Super League 2025/2026. Manajemen klub minta maaf dan siapkan restrukturisasi total mulai Juni.
Memori HP cepat penuh bisa disebabkan game, media sosial, hingga aplikasi booster. Simak daftar aplikasi yang sebaiknya dihapus agar HP tetap ringan.
Reza Arap mengunggah pesan emosional untuk Lula Lahfah hampir empat bulan setelah sang kekasih meninggal dunia.