Laba Taspen Turun 16,1 Persen Jadi Rp1,04 Triliun, Ini Penyebabnya
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
Orangutan melawan buldoser pembalak liar di Hutan Sungai Putri, Kalimantan, pada 2013. Namun, oleh International Animal Rescue, video itu baru disebar pada Selasa (5/6/2018) pekan ini./Facebook
Harianjogja.com, JAKARTA- Video Orangutan melawan buldoser yang hendak membabat hutan sebagai rumah primata tersebut viral di media dan ramai diberitakan media internasional.
Habitat Orangutan di hutan-hutan Indonesia kian terancam oleh banyaknya pembukaan lahan serta pembalakan liar.
Beragam perlawanan dari pencinta lingkungan dan binatang terhadap aktivitas perusakan tersebut dilakukan, namun habitat Orangutan semakin tergerus.
Bahkan, Orangutan pun ikut melakukan perlawanan. Itu seperti ditunjukkan oleh satu Orangutan yang berani menghadapi buldoser saat menebang pepohonan di lingkungannya.
Orangutan itu terekam video amatir mengamuk, mencoba mengadang buldoser yang asyik menebang pohon.
Insiden itu terjadi di Hutan Sungai Putri, Kalimantan, pada 2013. Namun, oleh International Animal Rescue, video itu baru disebar pada Selasa (5/6/2018) pekan ini.
Aksi perlawanan Orangutan itu ternyata mendapat perhatian khusus dari kelompok-kelompok pecinta binatang maupun media-media internasional.
Setidaknya, perlawanan Orangutan terhadap aksi penebangan hutan itu diberitakan oleh sejumlah media berbasis di Inggris seperti Independent, Mirror, Telegraph, dan Daily Mail.
Media daring asal Rusia, Sputnik, Newshub (Selandia Baru), Hindustan Times (India), juga turut menyorot aksi Orangutan tersebut.
“Rekaman dramatis ini menunjukkan dampak buruk deforestasi terhadap habitat Orangutan yang berharga. Orangutan yang putus asa ini panik mencari perlindungan dari kekuatan destruktif buldoser; sebuah mesin yang telah menghancurkan segalanya di sekelilingnya,” tulis International Animal Rescue di akun resmi Facebooknya.
“Terlepas dari semua rintangan yang ada, tim kami berhasil menyelamatkan Orangutan ini dan membawanya ke tempat yang aman.”
Organisasi itu menyayangkan, gambaran hidup Orangutan seperti itu semakin sering terlihat di hutan-hutan Indonesia.
Menurut mereka, deforestasi telah menyebabkan populasi Orangutan merosot, habitat dihancurkan.
“Orangutan dibiarkan kelaparan dan mati. Kita perlu bertindak,” tegas mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
Menkeu Purbaya menyebut APBN 2025 berjalan efisien dan meraih WTP ke-10, didukung pertumbuhan ekonomi 5,11 persen.
BPS Kota Jogja mencatat Sensus Ekonomi 2026 mencapai 46%. Responden kini dapat mengisi data mandiri melalui layanan CAPI.
Dokter jantung menjelaskan waktu terbaik minum kopi agar tidak mengganggu tidur dan irama jantung serta tips konsumsi yang lebih sehat.
SDN Kintelan 2 Jogja menerima enam siswa baru pada 2026/2027. Sekolah menyebut minimnya lulusan TK dan lokasi menjadi penyebab utama.
Spanyol lolos ke final Piala Dunia 2026 usai kalahkan Prancis 2-0. Gol Oyarzabal & Porro, rekor 37 laga tak terkalahkan. Final lawan Argentina atau Inggris.