Pemerintah Pusat Mulai Berkoordinasi soal Kondisi Merapi

Newswire
Newswire Selasa, 22 Mei 2018 17:50 WIB
Pemerintah Pusat Mulai Berkoordinasi soal Kondisi Merapi

Catatan seismograf stasiun Pusunglondon letusan freatik merapi./Harian Jogja-Desi Suryanto

Harianjogja.com, JAKARTA- Gunung Merapi kini berstatus waspada menyusul terjadinya letusan freatik dan peningkatan aktivitas kegempaan. Pemrintah Pusat mulai berkoordinasi terkait dengan peningkatan status Merapi.

Menteri Sosial Idrus Marham meminta jajarannya terutama Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk siap siaga menyusul meningkatnya status Gunung Merapi naik dari Siaga ke Level II atau Waspada.

"Saya perintahkan Tagana siap siaga terkait dengan status Merapi yang naik menjadi Waspada," kata Idrus di Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Instruksi untuk siaga bukan hanya bagi Tagana, tapi juga kepada seluruh jajaran Kementerian Sosial. Sebab bencana juga dapat berimbas pada masalah sosial lainnya.

"Kami berharap tidak terjadi lagi. Dan tentu saya akan ke sana lagi untuk meninjau tergantung situasi di lapangan," tambah Idrus.

Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral(ESDM) menunjukkan terjadinya peningkatan aktivitas status.

Sehingga status Gunung Merapi dinaikkan dari Level I (Normal) ke Level II (Waspada) terhitung mulai tanggal 21 Mei 2018 pukul 23:00 WIB.

Kepala PVMBG Kasbani menyampaikan, gunung api dengan ketinggian 2.968 m dpl tersebut dilaporkan mengalami erupsi freatik yang terjadi sebanyak tiga kali pada 21 Mei 2018.

Pada pukul 01.25 WIB dengan durasi 19 menit ketinggian kolom erupsi 700 meter, pukul 09.38 WIB dengan durasi enam menit ketinggian kolom erupsi 1.200 meter dan 17.50 WIB dengan durasi tiga menit namun ketinggian kolom erupsi tidak teramati.

Dengan naiknya status Gunung Merapi ini maka radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi diminta untuk dikosongkan dari aktivitas penduduk.

Tercatat seminggu terakhir Gunung Merapi mengalami satu kali gempa vulkanik dan tremor, 12 kali gempa guguran, tiga kali gempa letusan, dan lima kali gempa tektonik.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online