Pengumuman SNBP Dibuka, Ribuan Orang Berebut Kursi di Untidar
Hasil SNBP 2026 diumumkan, Untidar diserbu peminat. Persaingan ketat dengan ribuan pendaftar dan kursi terbatas.
Aksi solidaritas PMII dan IPNU Ponorogo. /Istimewa-dok PMII Ponorogo
Harianjogja.com, JOGJA- Rentetan aksi teror yang terjadi di Mako Brimob dan Surabaya mengundang keprihatinan banyak pihak.
Di antaranya, Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ponorogo dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Cabang Ponorogo.
Atas dasar itu, puluhan anggota organisasi tersebut melaksanakan aksi solidaritas mengecam segala rentetan tindakan teror yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, yang kemudian membawa keresahan dimasyarakat.
Ketua Cabang PMII Ponorogo Erwan Dwi Wahyunanto mengatakan tndakan yang dilakukan oleh para teroris dengan mengatasnamakan jihad islam tersebut tidak sejalan dengan nilai-nilai keislaman, kemanusiaan dan keindonesiaan.
Sebagai organisasi kepemudaan yang berlabel islam dan indonesia yang memiliki tanggung jawab besar terhadap kedamaian dalam beragama dan bernegara, PMII menolak keras tindakan tersebut.
"Kami dari PMII dan IPNU ponorogo tidak sepakat dengan tindakan tersebut, bagi kami islam adalah agama yang memegang erat perdamaian dan keharmonisan dalam hubungan antar umat beragama serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan," ujar Ketua Cabang PMII Ponorogo, Erwan Dwi Wahyunanto, dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Rabu (16/5/2018).
Aksi tersebut diisi dengan orasi-orasi oleh PC PMII dan PC IPNU Ponorogo, serta doa bersama yang ditujukan kepada para korban dan para keluarga korban agar diberi ketabahan dan kesabaran. Doa bersama tersebut juga ditujukan untuk kedamaian negara dan bangsa Indonesia.
Ketua Kaderisasi IPNU Ponorogo, Supandi, menyatakan bahwa PMII dan IPNU Cabang Ponorogo akan mendukung secara penuh terhadap Polri untuk mengusut tuntas motif dibalik tindakan teror tersebut.
Dirinya menambahkan bahwa IPNU dan PMII akan melakukan kaderisasi yang lebih serius kepada para mahasiswa dan pelajar untuk meminimalisir terjangkitnya generasi muda oleh paham terorisme dan radikalisme.
"Karena pemudalah yang akan meneruskan dan menentukan nasib negara kita tercinta ini. Bahwa jika generasi mudanya memiliki pikiran yang sehat maka negara kita tercinta ini juga akan tetap terjaga keberadaannya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil SNBP 2026 diumumkan, Untidar diserbu peminat. Persaingan ketat dengan ribuan pendaftar dan kursi terbatas.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.