7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Pembakaran orang gila terjadi di Sumatra Utara./JIBI-Okezone
Harianjogja.com, MEDAN—TS, 45, pria yang diduga mengalami gangguan jiwa menjadi korban pembaran hidup-hidup yang dilakukan warga Desa Tanjung Mbelang, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, Sumatra Utara.
Aksi sadis itu dilakukan Rabu (9/5/2018) pukul 19.30 WIB. Dilansir Jaringan Informasi Bisnis Indonesia dari Okezone.com, Sabtu (12/5/2018), aksi sadis dilakukan karena warga resah dengan perilaku korban yang kerap membuat onar.
Korban disebut-sebut berulang kali mengejar warga yang melintas sambil menenteng kelewang (sejenis parang panjang). Bahkan dalam lima hari terakhir, sudah belasan warga yang diganggu korban.
Karena takut terjadi hal-hal yang tak diinginkan, warga yang berjumlah sekitar 500 orang menyeret korban di jalan menuju areal perladangan. Disana warga menganiaya serta membakar korban hidup-hidup.
"Iya benar, korban memang mengidap penyakit gangguan jiwa. Korban ini juga yang membunuh istrinya dengan cara dibakar dan memutilasi pada tahun 2013 lalu di desa yang sama. Kasusnya itu sempat diproses sampai ke Pengadilan dan Hakim memutuskan bahwa korban benar-benar mengidap sakit jiwa. Oleh keluarga saat itu, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Jiwa," ujar Kasat Reskrim Polres Karo AKP, Ras Maju Tarigan, Kamis (10/5/2018).
Maju lebih lanjut mengatakan, begitu mendapat laporan atas peristiwa itu, pihaknya langsung turun ke lokasi kejadian dan mempersiapkan langkah penyelidikan. Namun kasus itu tidak dilanjutkan, karena keluarga korban telah ikhlas menerima dan tak akan menuntut atas kejadian yang menimpa korban.
Di hadapan Polisi, Bhabinkamtibmas dan pemerintahan desa setempat, keluarga korban telah membuat pernyataan tertulis tak akan menuntut kejadian yang menimpa korban.
"Keluarga korban telah ikhlas dan membuat pernyataan tertulis tak akan menuntut. Tadi malam [Kamis, 28/5/2018] korban langsung dibawa keluarganya untuk dikebumikan. Mungkin hari ini penguburannya. Namun begitu, kita tetap masih melakukan penyelidikan. Kita belum tahu, korban dibakar pakai apa. Masih penyelidikan," ujar Maju.
Salah seorang warga setempat bermarga Peranginangin, 50, yang mengaku pernah bertetangga dengan korban membenarkan, korban sudah lama mengidap penyakit gangguan jiwa. Karena korban sering melakukan tindakan yang aneh.
"Bayangkan saja, istrinya juga dibunuh dengan cara dibakar pake ban dan dimutilasinya," bebernya.
Aksi sadis korban terjadi pada 2 November 2013 lalu. Kejadian itu sempat membuat heboh warga. Pasalnya aksi keji korban baru diketahui setelah tengkorak kepala sang istri dibawa seekor anjing ke jalanan umum.
Setelah diselidiki polisi, ditemukan tulang belulang yang kondisinya gosong bersama bakaran ban bekas tepatnya di belakang rumah korban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.