Dieksekusi, Novanto Bilang Mau Dibawa KPK ke Pesantren

Newswire
Newswire Jum'at, 04 Mei 2018 18:25 WIB
Dieksekusi, Novanto Bilang Mau Dibawa KPK ke Pesantren

Setya Novanto saat keluar dari Rutan KPK untuk dieksekusi menuju Lapas Sukamiskin di Bandung. /Antara-Adam Bariq

Harianjogja.com, JAKARTA-Mantan Ketua DPR Setya Novanto pamit sebelum dieksekusi ke Lapas Sukamiskin Bandung Jawa Barat, Jumat (04/05/2018) siang. Apa yang dikatakan mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut?

"Pertama-pertama saya khusus berterima kasih kepada wartawan dan saya sekarang mohon pamit. Saya dari kos-kosan saya akan menuju ke tempat pesantren," kata Novanto di Rumah Tahanan Negara Klas I Jakarta Timur Cabang Rutan KPK Jakarta, Jumat.

Hal tersebut dikatakannya sebelum memasuki mobil tahanan yang akan membawanya ke Lapas Sukamiskin Bandung. "Di sana saya akan banyak belajar dan banyak berdoa dan tentu bagi siapa-siapa yang menzalimi saya," kata Novanto yang mengenakan kaus hitam dipadukan dengan jaket warna hitam.

Novanto pun merasa dizalimi atas perkara korupsi e-KTP yang menjeratnya tersebut. "Saya mohon untuk dibuktikan dan biarlah saya sendiri dizalimi dan mudah-mudahan mereka yang menzalimi tentu dimaafkan dan siapa yang menzalimi tentu akan dibalas oleh Allah SWT baik di dunia maupun di akhirat. Sekali lagi saya mohon maaf, saya mohon pamit," ucap dia.

Sebelumnya, baik KPK maupun pihak Novanto tidak akan mengajukan banding atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi terhadap Novanto dalam perkara korupsi e-KTP. Dalam perkara korupsi e-KTP, Novanto telah divonis 15 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan ditambah pembayaran uang pengganti 7,3 juta dolar AS (sekitar Rp65,7 miliar dengan kurs Rp9.000 per dolar AS saat itu) dikurangi Rp5 miliar yang sudah dikembalikan Novanto.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Anton Wahyu Prihartono
Anton Wahyu Prihartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online