Pabrik Hidrogen Hijau Pertama Pertamina Siap Beroperasi Tahun Ini
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Olah Foto Prabowo-Jokowi/JIBI-Harianjogja
Harianjogja.com, JAKARTA- Sejumlah survei mengungulkan Joko Widodo sebagai capres 2019 dibandingkan pesaingnya Prabowo Subianto yang tertinggal jauh.
Survei Indikator Politik Indonesia menunjukan elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) masih jadi yang tertinggi dengan posisi 39,9%. Kendati demikian, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menjelaskan, Jokowi tetap harus waspada dengan dinamika politik yang mungkin terjadi selama satu tahun ke depan.
"Elektabilitas Pak Jokowi tuh memang naik semua. Tapi, jangan terlalu berpuas diri lah ya, Belanda masih jauh," ungkap Burhanudin saat melakukan hasil rilis survei di kantor Indikator, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018).
Burhanudin, menjelaskan meski elektabilitan Jokowi tinggi namun selalu diikuti oleh Prabowo di urutan kedua. Seperti hasil survei elektabilitas yang dilakukan Indikator Politik Indonesia, Prabowo berada di peringkat ke dua di bawah Jokowi dengan perolehan 12,1%.
Sedangkan, di peringkat ketiga terdapat nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan menyentuh angka 0,9% dan nama Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo berada diperingkat keempat dengan angka 0,7%.
Dia mengingatkan Jokowi agar waspada dengan segala kemungkinan. Apalagi, masih ada waktu satu tahun bagi Prabowo dan kandidat lain untuk mengejar elektabilitas sebagai calon presiden di Pilpres 2019 mendatang.
"Meski demikian, masih ada waktu setahun ke depan bagi Prabowo mengejar ketertinggalan," kata Burhanuddin.
Perlu diketahui, Indikator Politik Indonesia melakukan survei menggunakan populasi seluruh warga Indonesia yang melibatkan 1.200 responden. Lalu margin of eror sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen yang menggunakan sistem random sampling. Survei Indikator juga dilakukan dalam periode 25-31 Maret 2018.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Kemenkeu menyiapkan pertemuan dengan pimpinan BI usai Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Pemkab Kulonprogo mengeluhkan minimnya keterlibatan dalam program MBG dan menyoroti sebaran SPPG yang belum merata di wilayahnya.
Kabupaten Bantul akan memasok 250 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL Piyungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.
Xpeng melakukan recall 33.473 unit X9 di China akibat potensi kebocoran pada suspensi udara depan. Perbaikan gratis akan dimulai pada 28 Agustus 2026.
" kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya DPRD Sleman mempelajari strategi komunikasi publik yang diterapkan Pemerintah Kota Surabaya,"