Kasus Malware Pra-Instal Dialami Sebagian Ponsel Berprosesor MediaTek
Laporan terbaru dari Avast menyebutkan ratusan model perangkat Android tertanam malware bernama Cosiloon di dalam sistemnya.
Aplikasi WhatsApp terlihat di layar ponsel./Reuters-Thomas White
Harianjogja.com, JAKARTA- Pendiri aplikasi pesan WhatsApp dikabarkan berselisih dengan Facebook yang berujung pengunduran diri.
Pendiri sekaligus CEO WhatsApp Jan Koum resmi mengundurkan diri lantaran tidak sepaham dengan perusahaan induk, Facebook.
WhatsApp seperti diketahui merupakan perusahaan penyedia messaging app yang bernaung di bawah Facebook selepas diakuisisi senilai US$22 miliar pada 2014 silam.
Kepergian Koum semakin memperkuat tekanan pada Facebook di tengah terpaan krisis kepercayaan penggunanya terhadap manajemen data pribadi di dalam platform itu. Kroum merupakan salah satu eksekutif yang mendukung kebijakan privasi pengguna.
Berbeda dengan Facebook, WhatsApp menjamin enkripsi end-to-end. Hal itu memungkinkan hanya pengirim dan penerima pesan yang dapat melihat pesan. Koum mengumumkan rencana pengunduran dirinya pada laman Facebook-nya.
“Sudah hampir satu dekade sejak saya dan Brian mendirikan WhatsApp. Sebuah perjalanan yang hebat dengan melibatkan orang-orang terbaik, tapi sekarang waktunya untuk beranjak,” ujarnya , Selasa (1/5/2018).
Pengunduran diri Koum langsung memperoleh tanggapan cepat dari CEO Facebook Mark Zuckerberg. Dalam pesan terpisah, Zuckerberg berterima kasih kepada Koum atas kontribusnya terhadap pengembangan fitur enkripsi pesan.
“Saya berterima kasih atas semua yang telah Anda lakukan untuk membantu menghubungkan dunia, dan untuk semua yang telah Anda ajarkan kepada saya, termasuk tentang enkripsi dan kemampuannya untuk mengambil alih kekuasaan dari sistem terpusat dan mengembalikannya ke tangan orang. Nilai-nilai itu akan selalu menjadi jantung dari WhatsApp,” ujarnya.
Koum meninggalkan perusahaan seusai bersitegang dengan manajemen Facebook. Pendiri WhatsApp lainnya, Brian Acton, juga baru saja meninggalkan perusahaan. Brian bahkan turut memposting tagar #DeleteFacebook tatkala Facebook terjerat skandal penyalahgunaan data privasi pengguna.
Facebook mengakuisisi WhatsApp pada 2014 lalu tatkala Zuckerberg berambisi memperluas keterjangkauan platformnya pada perangkat seluler. Koum seperti diketahui merupakan satu-satunya pendiri Whatsaap yang turut ditempatkan kursi eksekutif di direksi Facebook.
Langkah Facebook mengakuisisi WhatsApp sejak awal memicu adanya benturan budaya pada internal perusahaan. Koum dan Acton seperti diketahui merupakan sosok vokal yang kerap berkomitmen memperjuangkan privasi dan enkripsi data penggunanya. Sebaliknya, para petinggi Facebook lainnya mendukung kebijakan pemanfaatan data pengguna untuk melakukan berbagai monetisasi.
Koum dalam pernyataannya menjelaskan belum berencana pindah ke perusahaan lain. Dirinya berencana menghabiskan lebih banyak waktu untuk berbagai hal di luar bidang teknologi.
“Saya ingin meluangkan lebih banyak waktu untuk berbagai hal di luar teknologi. Seperti mengoleksi Porsche dan bermain frisbee. Dan saya akan tetap memantau WhatsApp, tapi dari luar.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Laporan terbaru dari Avast menyebutkan ratusan model perangkat Android tertanam malware bernama Cosiloon di dalam sistemnya.
Prabowo menargetkan 30 ribu Kopdes Merah Putih beroperasi pada Juli 2026 untuk memperkuat ekonomi desa di seluruh Indonesia.
Prabowo siapkan satgas deregulasi untuk memangkas izin usaha yang dinilai terlalu lama demi memperkuat investasi di Indonesia.
BKPM menilai surat Kadin China di Indonesia sebagai masukan positif terkait tantangan iklim investasi dan hilirisasi di Indonesia.
Polisi memastikan kasus yang dikira klitih di Pengasih Kulonprogo ternyata duel remaja akibat masalah pribadi yang diduga terkait asmara.
Presiden Prabowo menyebut masih ada ribuan triliun kekayaan negara yang harus diselamatkan dari praktik pencurian aset nasional.