Meriah! Festival Balon Udara di Solo Disambut Antusias
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Antara/Wahyu Putro A)
Harianjogja.com, JAKARTA- Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom dan dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Korea Utara untuk Indonesia, An Kwang Il bertemu Presidne Joko Widodo pada Senin (30/4/2018).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menawarkan agar pertemuan antara Presiden Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berlangsung di Indonesia. Indonesia siap memfasilitasi pertemuan antarkedua pemimpin tersebut.
"Kami menawarkan apabila ada yang rencana petemuan antara Presiden Kim Jong-un dan Presiden Donald Trump untuk bisa dilaksanakan di Indonesia, kami juga tawarkan," kata Jokowi seusai menerima Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Korea Utara untuk Indonesia, An Kwang Il di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.
Jokowi langsung menyampaikan penawaran tersebut saat bertemu dengan An Kwang Il. Ia menegaskan, Indonesia siap untuk memfasilitasi dan menjadi tuan rumah dalam pertemuan perdaamain itu.
Meski demikian, Kepala Negara belum dapat memastikan apakah penawaran ini akan diterima atau tidak oleh Korea Utara dan Amerika. Pasalnya, An Kwang Il baru akan menyampaikan penawaran itu kepada pimpinannya di Korut.
"Ya belum [ada jawaban soal penawaran jadintuan rumah]. Beliau masih menyampaikan ke sana terlebih dulu," ucap dia.
Presiden Amerika Donald Trump mengatakan, pihaknya tengah merumuskan sejumlah perjanjian dengan Korea Utara sehari usai dirinya sepakat untuk bertemu dengan pemimpin Korut Kim Jong-un.
"Perjanjian dengan Korut sedang dibuat, dan jika sudah selesai nanti, akan menjadi sesuatu yang sangat bagus untuk dunia. Tempat dan waktunya akan diumumkan nanti," tulis Trump di akun Twitternya. Sabtu, 10 Maret 2018.
Dalam sejarah di negara Paman Sam, belum pernah ada satu pun Presiden aktif yang pernah bertemu pemimpin Korut. Sementara itu, Gedung Putih mengatakan pertemuan dengan Kim Jong-un tidak akan terlaksana kecuali Pyongyang mengambil "langkah konkret" untuk denuklirisasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.