Cadangan Devisa Stabil, Ketahanan Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga
Cadangan devisa Indonesia bertahan di US$145,3 miliar hingga akhir Juli 2026. BI menyebut posisi ini menjaga stabilitas rupiah dan ketahanan ekonomi.
Bandara Silangit di Siborong-borong Tapanuli Utara/Youtube
Harianjogja.com, JAKARTA--AirAsia Group berencana menambah bandara pengumpul atau hub untuk meningkatkan konektivitas menuju Indonesia. Pilihan maskapai yang berbasis di Malaysia itu mengerucut pada Bandara Silangit di Siborong-borong, Sumatra Utara.
CEO AirAsia Group Indonesia Dendy Kurniawan mendukung program pemerintah yang ingin meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara hingga 20 juta pada 2019. Pihaknya diminta untuk melihat potensi bandara di sejumlah kota seperti Silangit, Banyuwangi, Belitung, dan Lombok.
"Beberapa waktu lalu saya bersama Co-Founder AirAsia Datuk Kamarudin Meranun melihat potensi di Silangit. Pengembangan bandara tersebut sebagai hub dimungkinkan," kata Dendy, Minggu (29/4/2018).
Dia akan melakukan tes pasar untuk mengkoneksikan Bandara Silangit dan Bandara Banyuwangi dengan sejumlah bandara pengumpul yang telah dimiliki. Tes pasar akan dilakukan dengan destinasi asal Jakarta atau Kuala Lumpur, Malaysia.
Saat ini, lanjutnya, AirAsia memiliki bandara pengumpul berbagai rute domestik maupun internasional di Jakarta, Surabaya, Medan, dan Denpasar.
Dendy menilai Bandara Silangit lebih siap dibandingkan dengan Bandara Banyuwangi. Dari sisi udara, landasan pacu (runway) dengan panjang 2.650 meter sudah mampu didarati pesawat berlorong tunggal (single-aisle) seperti Airbus A320.
Kemudian, imbuhnya, fasilitas Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina (customs immigration quarantine/CIQ) sebagai penunjang bandara berstatus internasional juga sudah dimiliki.
Berbeda dengan Bandara Banyuwangi yang belum memiliki fasilitas CIQ dan panjang runway belum memadai.
Bandara Banyuwangi memiliki runway dengan dimensi 2.250 m × 30 m. PT Angkasa Pura II (Persero), selalu pengelola bandara tersebut, sedang memperpanjang menjadi 2.600 m × 45 m.
"Kami sedang kaji semuanya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa mempublikasikan [airport hub]," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Cadangan devisa Indonesia bertahan di US$145,3 miliar hingga akhir Juli 2026. BI menyebut posisi ini menjaga stabilitas rupiah dan ketahanan ekonomi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta menuju Palur lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Komdigi menyalurkan Starlink ke Nagekeo untuk menjaga konektivitas posko bencana dan fasilitas kesehatan pascagempa NTT.
Prabowo meminta edukasi bahaya karhutla diperkuat hingga masyarakat bawah. Pemerintah juga menyiapkan alat berat untuk buka lahan tanpa membakar.
OMC di kawasan IKN dimulai dengan penyemaian 800 kg garam untuk memicu hujan dan menambah cadangan air di tengah musim kemarau.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap Yogyakarta-Palur di sini.