BSU Rp600.000 Oktober 2026 Belum Cair, Ini Syarat dan Cara Cek
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Setya Novanto/Antara-Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA- Persidangan kasus korupsi e-KTP pada Jumat (27/4/2018) mengungukap adanya rencana membuat mantan Ketua DPR Setya Novanto menjadi gila saat bersaksi di persidangan.
Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan adanya sebuah tawaran untuk mengirimkan \'hantu gunung\' dari Kota Bangka, Kepulauan Bangka untuk membuat mantan Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) menjadi orang stres atau gila saat menjalani persidangan sebagai terdakwa kasus korupsi pengadaan e-KTP.
Hal itu terungkap dalam sebuah rekaman percakapan yang ditampilkan Jaksa Penuntut KPK dalam sidang lanjutan perkara merintangi proses penyidikan korupsi e-KTP dengan terdakwa Bimanesh Sutarjo.
Rekaman pembicaraan itu diketahui terjadi pada 18 Desember 2017 lalu. Dalam sadapan rekaman telepon itu, tawaran \'hantu gunung\' itu dilontarkan oleh seseorang yang diketahui bernama Viktor kepada mantan penasihat hukum Setnov, Fredrich Yunadi.
"Izin majelis ada komunikasi Fredrich Yunadi yang akan diperdengarkan ke saksi," kata Jaksa Penuntut KPK Takdir Suhan di Ruang Sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (27/4/2018).
Berikut hasil percakapan antara Viktor dan Fredrich Yunadi yang diputar Jaksa Penuntut KPK di persidangan:
"Viktor: Pak Fredrich?
Fredrich: Siapa?
Viktor: Pak Setnov. Ya itu kan bermain-main berpura-pura itu. Kalau mau ada temen saya dia jago dia kalau sidang dibikin gila. Dokter periksa dia gila nanti itu dia gila. Bisa dia di Bangka, kemarin saya bilang kamu yakin, yakin saya kirim hantu gunung nanti pas diperiksa gila nah iya dipakai itu buktinya.
Saya kasihan juga terlepas dia salah tapi kan jangan perlakukan orang jangan kaya ini.
Fredrich: Iya seperti binatang itu kan.
Viktor: Saya kemanusiaan aja saya kemanusiaan. Istri saya marah-marah, kita manusiawi. Saya lagi cari bagaimana ke dia kalau dia mau kita buktiin.
Fredrich: [tertawa]. Nanti kita bicarakan.
Viktor: Itu kemarin saya kontek si Tina istrinya Firman.
Fredrich: Ah Tina mah tidak tahu apa-apa.
Viktor: Iya Firman Wijaya
Fredrich: Dia tidak deket
Viktor: Iya kalau Pak Fredrich kan sudah deket tuh
Fredrich: Firman kan pura-pura jadi anak buahnya Maqdir
Viktor: Tapi kenapa mundur?
Fredrich: Saya tak suka ke Maqdir.
Viktor: Oh
Viktor: Ini kalau masuk, di sidang kita kerjain dia. Jadi tetep sembuh ya bisa sembuh. Setiap sidang kita bikin dia gila nanti diperiksa dokter dia jadi gila."
Setelah tampilan percakapan itu dimunculkan, Jaksa Penuntut KPK kemudian mengonfirmasi ke Setnov soal identifikasi suara dalam rekaman pembicaraan tersebut merupakan Fredrich Yunadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Persita Tangerang menang 2-1 atas Garudayaksa FC. Gol Aleksa Andrejić pada menit ke-90+2 memastikan kemenangan dalam laga penuh drama VAR.
Melalui semangat gotong royong, para relawan muda bersiap menempuh perjalanan 16 jam melalui jalur darat dan laut untuk menyalurkan bantuan serta memberikan duk
PSIM Jogja kalah 0-4 dari Persija Jakarta di Stadion Sultan Agung. Laskar Mataram baru mengoleksi satu poin dari empat laga Super League.
Berbekal semangat kepedulian sosial yang telah dibangun sejak usia 15 tahun, Gamma A. Thohir mengajak generasi muda mengambil peran nyata melalui penyaluran ban
Google dikabarkan mengembangkan emoji HDR untuk Google Chat agar tampil lebih cerah dan kontras. Fitur ini belum diumumkan resmi.