Pikap Terjun ke Jurang 25 Meter Usai Tabrak Motor di Magetan
Kecelakaan di tikungan Telaga Wahyu, Magetan, melibatkan pikap L300 dan motor. Pikap terjun ke jurang 25 meter, satu orang terluka.
Setya Novanto/Antara-Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA- Persidangan kasus korupsi e-KTP pada Jumat (27/4/2018) mengungukap adanya rencana membuat mantan Ketua DPR Setya Novanto menjadi gila saat bersaksi di persidangan.
Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan adanya sebuah tawaran untuk mengirimkan \'hantu gunung\' dari Kota Bangka, Kepulauan Bangka untuk membuat mantan Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) menjadi orang stres atau gila saat menjalani persidangan sebagai terdakwa kasus korupsi pengadaan e-KTP.
Hal itu terungkap dalam sebuah rekaman percakapan yang ditampilkan Jaksa Penuntut KPK dalam sidang lanjutan perkara merintangi proses penyidikan korupsi e-KTP dengan terdakwa Bimanesh Sutarjo.
Rekaman pembicaraan itu diketahui terjadi pada 18 Desember 2017 lalu. Dalam sadapan rekaman telepon itu, tawaran \'hantu gunung\' itu dilontarkan oleh seseorang yang diketahui bernama Viktor kepada mantan penasihat hukum Setnov, Fredrich Yunadi.
"Izin majelis ada komunikasi Fredrich Yunadi yang akan diperdengarkan ke saksi," kata Jaksa Penuntut KPK Takdir Suhan di Ruang Sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (27/4/2018).
Berikut hasil percakapan antara Viktor dan Fredrich Yunadi yang diputar Jaksa Penuntut KPK di persidangan:
"Viktor: Pak Fredrich?
Fredrich: Siapa?
Viktor: Pak Setnov. Ya itu kan bermain-main berpura-pura itu. Kalau mau ada temen saya dia jago dia kalau sidang dibikin gila. Dokter periksa dia gila nanti itu dia gila. Bisa dia di Bangka, kemarin saya bilang kamu yakin, yakin saya kirim hantu gunung nanti pas diperiksa gila nah iya dipakai itu buktinya.
Saya kasihan juga terlepas dia salah tapi kan jangan perlakukan orang jangan kaya ini.
Fredrich: Iya seperti binatang itu kan.
Viktor: Saya kemanusiaan aja saya kemanusiaan. Istri saya marah-marah, kita manusiawi. Saya lagi cari bagaimana ke dia kalau dia mau kita buktiin.
Fredrich: [tertawa]. Nanti kita bicarakan.
Viktor: Itu kemarin saya kontek si Tina istrinya Firman.
Fredrich: Ah Tina mah tidak tahu apa-apa.
Viktor: Iya Firman Wijaya
Fredrich: Dia tidak deket
Viktor: Iya kalau Pak Fredrich kan sudah deket tuh
Fredrich: Firman kan pura-pura jadi anak buahnya Maqdir
Viktor: Tapi kenapa mundur?
Fredrich: Saya tak suka ke Maqdir.
Viktor: Oh
Viktor: Ini kalau masuk, di sidang kita kerjain dia. Jadi tetep sembuh ya bisa sembuh. Setiap sidang kita bikin dia gila nanti diperiksa dokter dia jadi gila."
Setelah tampilan percakapan itu dimunculkan, Jaksa Penuntut KPK kemudian mengonfirmasi ke Setnov soal identifikasi suara dalam rekaman pembicaraan tersebut merupakan Fredrich Yunadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Kecelakaan di tikungan Telaga Wahyu, Magetan, melibatkan pikap L300 dan motor. Pikap terjun ke jurang 25 meter, satu orang terluka.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta menuju Palur lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Komdigi menyalurkan Starlink ke Nagekeo untuk menjaga konektivitas posko bencana dan fasilitas kesehatan pascagempa NTT.
Prabowo meminta edukasi bahaya karhutla diperkuat hingga masyarakat bawah. Pemerintah juga menyiapkan alat berat untuk buka lahan tanpa membakar.
OMC di kawasan IKN dimulai dengan penyemaian 800 kg garam untuk memicu hujan dan menambah cadangan air di tengah musim kemarau.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap Yogyakarta-Palur di sini.